Copy code snippet Seni Budaya Khas Garut Yang Melegenda ~ KaGaroet

Seni Budaya Khas Garut Yang Melegenda

Selain terkenal dengan pesona alam dan pemandangannya, Garut sejak dulu terkenal dengan warisan seni dan budaya leluhur yang sangat fenomenal dan klasik.Berangkat dari itu pula,banyak tokoh budayawan dan satrawan yang berasal dari Kabupaten Garut dan sekitarnya. Upaya pelestarian seni dan budaya terutama  budaya klasik atau buhun yang berasal dari berbagai daerah di Garut,terus diupayakan agar tidak  punah dilindas jaman. Akan tetapi seni budaya buhun khas Garut,kini hanya hanya menjadi ajang penghias acara sakral dan seremonial belaka. Padahal jika terus dilestarikan dan di berdayakan,ini akan menjadi sebuah produk budaya yang menunjang sarana wisata yang ada di Kabupaten Garut.
 Inilah beberapa seni budaya klasik (buhun) khas Garut  yang kini hampir punah terlindas globalisasi. 


1. Lais

 Lais adalah seni akrobatik khas Garut yang berasal dari Kampung Nangkapait,Sukawening Garut. Sejenis ketangkasan/sirkus ala Spiderman di film Superhero. Seorang akrobat di atas tali tambang yang dibentangkan antara bambu dengan bambu pada ketinggian 10-20 meter tanpa bantuan apapun. Sungguh hanya menggunakan ketangkasan dan keberanian super bagi pemainnya. Di iringi dengan tetabuhan kendang pencak silat khas Sunda, permainan ini sangat menghibur .Dengan berbagai gaya pertunjukan akrobatik,sang pemain Lais menunjukkan kepiawaiaannya tidur,terlentang,duduk ,sandaran dan lainnya di atas sutas tambang tersebut tanpa rasa takut sekalipun. 
Lais di mainkan biasanya oleh 6 orang pemain, yaitu pemain Lais, satu orang pawang dan lainnya memainkan bunyi-bunyian.

Konon,nama Lais berasala dari sesorang zaman Belanda dulu yang bernama Laisan yang mempunyai ketangkasan memanjat pohon kelapa secara cepat tanpa meraptkan tubuhnya ke pohon. Hanya menggunakan tangan dan kaki yang cekatan. Pemandangan ini tentu menjadi tontonan unik bagi masayarakat kala itu. Bahkan Pa Laisan seringkali menjadi suruhan untuk memnjat pohon bagi yang membutuhkan. Lama kelamaan,ketangkasan ini di modifikasi menjadi sebuah hiburan yang kemudian lestari di daerah  Sukawening.

2. Gesrek

   Disebut juga seni Bubuang Pati (menaruhkan nyawa) serupa dengan seni Debus khas Banten.Merupakan seni ketangkasan yang menonjolkan kebalan tubuh dari serangan benda tajam,tahan pukalan dan segal sesuatu yang menimbulkan bahaya. Seni ini berakar dari budaya yang sifatnya religius yang dipadukan dengan budaya tradisi kebatinan tempo dulu. Seni ini dilakukan oleh 7-10 orang yang tugasnya menyediakan peralatan, pertunjukkan sampai yang bertugas menjaga acara dari gangguan pihak lain.
Biasanya sebelum dilakukan acara Geserek ini, ada ritual khusus berupa sesajian yang berupa kelapa muda, rujak asam,pisang mas, tumpeng, cerutu, peralatan yang diperlukan seperti golok dan senjata tajam lainnya juga arang.
Guna memupuk kekuatan pemain Gesrek ini, para pemain sering melakukan ritual ngabungbang, yaitu mengadakan mandi tengah malam,di tujuh muara sambil menghadap ke timu.Biasa dilakukan pada tanggal 14 Maulud.
Seni Geserek ini banyak dilakukan oleh masyarakat sekitar Curug Shnghyang Taraje,desa Pakenjeng, Pamulihan  Garut.

3. Surak Ibra

   Surak dalam bahasa Indonesia artinya suasana riuh gempita, melambangkan keramaian sebagai cerminan kegembiraan. Di sebut juga seni Boboyongan dengan ciri adanya pemain yang diboyong-boyong,diangkat kemudian ditangkap kembali oleh pemain lainnya sambil teriakan (surak).Pemain surak Ibra dilakukan oleh 30-60 orang dengan memergakan gerakan Pencak Silat diiringi dengan tabuhan kendang pencak silat. Surak ibra ,merupakan warisan leluhur yang merupkan sebuah ungkapan perlawanan terhadap kolonial Belanda zaman itu. Seni budaya ini,  bersal dari daerah Cinunuk, Kecamatan Wanaraja ,Garut.Sudah ada sejak zaman Raden Papak sekitar tahun 1910.