Copy code snippet 5 Tokoh Sastra Terkenal Asal Garut ~ KaGaroet

5 Tokoh Sastra Terkenal Asal Garut

Achdiat K Mihardja (Photo.Ensiklopedia Kemendikbud)

Garut sudah sejak lama memang terkenal sebagai sebuah kabupaten yang mempunyai sumber daya yang luar biasa,baik itu alam,industri,seni dan budaya serta tokoh-tokoh terkenal yang mengharumkan pentas nasional maupun internasional. Boleh dikatakan,Garut adalah sebuah kabupaten 'sagala aya' atau segala ada. Dari sini pula banyak dilahirkan tokoh-tokoh nasional baik sebagai sastrawan,budayawan,artis,politikus maupun birokrat. Dalam kesempatan ini KaGaroet akan menulis informasi tentang 7 Tokoh Sastrawan Garut yang mengharumkan,diantaranya

1.Raden Haji Muhammad Moesa
Lahir di Garut tahun 1822 dan wafat 10 Agustus 1886. Raden Hadji Muhammad Moesa merupakan tokoh sastrawanSunda sekaligus ulama.Pendidikan formalnya ditempuh di sebuah pesantren di Purwakarta.Menunaikan haji sejak masih muda, pada 1864 ia diangkat menjadi penghulu besar di Limbangan sampai beliau wafat
Semasa muda,Muhammad Musa erat bergaul dengan pengusaha perkebunan teh bangsa Belanda di Cikajang bernama K.F.Holle yang juga penasehat Hindia Belanda mengenai bangsa Pribumi. Pergaulannya yang mudah dengan bangsa Belanda menjadi nilai tambah untuk mengembangkan seni karya tulis dan mengarangnya.Beliau sangat perhatian dengan kesustraan Sunda sehingga lahir lah karya fenomenal yaitu Wawacan Panji Wulung tahun 1871.
Karya-karya lain dari beliau:
1. Wawacan Dongeng-dongeng
2.Wawacan Seca Nala
3.Elmu Nyawah
4.Dongeng-dongeng pieunteungeun dll

2.Hasan Mustapa

Lahir di Garut 3 Juni 1852 dan wafat 13 Januari 1930 di Bandung. NAma Hasan Mustapa diberikan oleh ayah dan kakeknya. Hasan,nama pemberian ayahnya dan Mustapa nama pemberian kakeknya. Ayahnya bernama Mas Sastramanggala,Camat Kontrakan teh Cikajang dan merupakan keturunan  Tumenggung Wiratanubaya,bupati Parakan Muncang.Trah bangsawan memang melekat dalam dirinya. Pengaruh keluarga priayi dan agamis,menjadikan sosok Hasan Mustapa lekat dengan ilmu dan pendidikan budaya yang kuat.
Beliau terkenal sebagai ulama,dan pujangga besar Islam yang banyak menulis masalah agama dan tasawauf yang ditulis dalam bentuk guguritan bahasa Sunda.
Sempat menjadi penghulu besar Garut  dan di Aceh juga terakhir di Bandung.
Sebagai sastrawan besar ,Haji Hasan Mustapa banyak menulis danding dalam bahas Sunda, yang didalamnya banyak bernuansa tasawuf dan memahami dan ahli dalam adat istiadat Sunda. Karya beliau yang terkenal adalah Bab Adat-Adat Urang Priangan jeung Sunda Lianna ti Eta (1913).
Kebesaran nama Hasan Mustapa kini di abadikan menjadi sebuah nama jalan di Bandung yaitu jalan PHH Mustapa.
3 Raden Ayu Lasminingrat
Boleh di bilang, nama beliau adalah sebagai tokoh emansipasi wanita asal Garut.Jika kebanyakan orang lebih mengenai RA Kartini dan Dewi Sartika,Garut mempunyai pelopor kemajuan wanita Sunda . Pendiri Sakola Kautamaan Istri yang kini menjadi SD Regol 7 dan 10.
Raden Ayu Lasminingrat tiada lain adalah putri sulung Haji Muhammad Musa yang telah dibahas di atas. Lahir di Garut ,1843-1948. Raden Ayu Lasminingrat sangat fasih bahasa Belanda,hingga KF Holle,administrator perkebunan Cikajang pun memujinya.
Tahun 1897,RA Lasminingrat memajukan anak-anak pribumi melalui pendidikan, salahsatunya melalui buku bacaan berbahasa Sunda, pendidikan moral,agama,ilmu alam dan ilmu sosial.Pada tahun 1907,RA Lasminingrat mendirikan Sakola Kautamaan Istri di Lingkungan Ruang Gamelan ,Pendopo Garut. Awalnya sekolah tersebut dibuka untuk kalangan priyayi dan bangsawan lokal saja dengan materi baca tulis dan pemberdayaan perempuan.Lasminingrat juga rajin membuat tulisan diantara karya terkenal adalah Warnasari (jilid 1 dan 2). Karya tulis lainnya antara lain Carita Erman (1875 yang merupakan terjemahan karya Christoph Von Schmid yang dicetak sebanyak 6.015 eksemplar.
RA Lasmininfrat wafat tanggl 10 April 1947 dalam usia 105 tahun. Dikebumikan tepat di belakang lingkungan mesjid agung Garut. Kini nama RA Lasminingrat diabadikan menjadi nama sebuah Gedung Seni di Jalan Ahmad Yani, Garut.
4.Wing Karjo
  Terlahir dengan nama lengkap Wing Karjo Wangsaatmaja .Lahir di Garut,23 April 1937 dan meninggal di Jepang tanggal 19 Maret 2002. Nama beliau terkenal sebagai penyair Indonesia  apda masa kematangan  sastra Indonesia sekitar 1950. Pendidikan formal SD dan SMP dihabiskan di Tasikmalaya dan pindah ke Garut melanjutkan sekolah lanjutan atas SMA Katolik.Setelah lulus beliau melanjutkan pendidikan bahasa Perancis di Sorbonne,Perancis hingga meraih gelar doktor.Beliau aktif mengajar bahas Perancis di Sastra Unpad dan pindah ke Tokyo Goikukugo Daigaku, Jepang mengajar bahasa Indonesia.
Karya-karya beliau yang sudah dibukukan
1. Selembar Daun (kumpulan puisi,1974)
2. Fragmen Malam (puisi, 1998)
3. Phon Hayat (kumpulan cerpen,2002)
4.Perumahan (puisi ,1975)
5. Achdiat K Mihardja
Siapa yang tidak mengenal tokoh sastra yang satu ini?Maestro sastrawan yang terkenal dengan novel Atheis nya yang fenomenal. Beliau lahir di Cibatu,Garut  6 Maret 1911.Berpendidikan AMS Solo dan Fakultas Sastra dan Filsafat Universitas Indonesia.Pernah bekerja sebagai Redaktur Balai Pustaka ,Bintang Timur,Spektra,Pujangga Baru,Kepala Jawatan Kebudayaan Perwakilan Jakarta Raya dan Dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Karya-karya beliau yang terkenal antara lain
1.Polemik Kebudayaan (editor 1948)
2. Atheis (novel,1949)
3. Bentrokan Dalam Asrama (drama,1952)
4. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen 1956)
5.Si Kabayan Manusia Lucu

 Masih banyak lagi karya beliau yang bermutu.Namun dari sekian hasil karyanya, Novel Atheis lah yang paling laris dan dijadikan bahan studi dan diskusi tentang sastra.Bahakan Novel Atheis pernah diangkat menajdi film layar lebar tahun 1974 dengan judul yang sama.

Demikian beberapa tokoh sastra yang terkenal asal Garut,semoga menjadi bahan pengetahuan terutama bagi generasi milenial yang kini nyaris mengabaikan sejarah masa lalu pendahulunya.



0 comments:

Post a Comment