Menapak Jejak Curug Sanghyang Taraje



Garut terutama di daerah selatan atau pakidulan memang memiliki kekayaan destinasi wisata yang luar biasa. Berbagai sumber mencatat jika terdapat ratusan curug atau air terjun yang indah dan memiliki potensi nilai wisata yang baik dan sangat instagramable. Pada kesempatan liburan kali ini , admin KaGaroet mencoba menelusuri jejak wisata Curug Sanghyang Taraje. Letak curug ini berada di Kampung Kombongan,Desa Pakenjeng,Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut.Dapat ditempuh kurang lebih sekitar 50 KM  atau 1-2 jam perjalanan ke arah selatan Garut.
Menilik nama curug ini serasa memiliki muatan mistis dan historiografis yang mendalam 'Sanghyang Taraje. Dalam bahasa Sunda Taraje artinya tangga,yang biasa terbuat dari bambu. Sedangkan 'Sanghyang' artinya para dewa.Konon menurut legenda, curug ini merupakan tangga para dewa menuju kahyangan. Dan di sini pula letak di mana Sangkuriang, singgah untuk memetik bintang demi Dayang Sumbi. Ah, legenda adalah legenda, Wallahu A'lam.Yang pasti curug atau air terjun merupakan anugrah Tuhan melalui proses perubahan alam yang berlangsung cukup  lama.Keindahan ini kini dinikmati sebagai obyek destinasi wisata yang murah meriah terutama yang sering wisata petualangan.
Kurang lebih jam 9 pagi, admin ditemani keluarga kecil tercinta,berangkat dari Garut kota. Oh ya,saran yang lebih baik untuk berangkat ke''tkp' adalah menggunakan sepeda motor saja karena akses menuju ke sini sangat curam dan terjal .Jadi pertimbangkan keselamatan saja ,selain itu dengan menggunakan sepeda motor anda akan lebih bebas menikmati pemandangan perkebunan sayuran,teh,kopi dan sebagainya di sepanjang akses jalan.
Dari arah Garut ada dua pilihan jalan menuju Cisurupan, bisa melewati Jl Raya Bayongbong via Sanding atau jalan raya Samarang via Hampor yang nanti akan bertemu di daerah pertigaan arah Cisurupan,dekat gerbang menuju wisata Papandayan.Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menujuaarah Cikajang. Pada saat memasuki pertigaan Simpang Cikajang, anda harus mengambil arah kanan ya,menuju arah Bungbulang.Ingat! jangan ambil jalur kiri, kalo ga mau nyasar sampe Pameungpeuk..hee.
Jalur menuju Bungbulang jalanan mulus,namun berkelok dan cukup ekstrim.Namun,suasana perkebunan hijau,sesekali diselimuti kabut menambah suasana idingin dan menyenangkan. Dari jalur ini anda juga akan melalui lokasi Curug Orok di desa Cikandang. Selanjutnya dari sini ke lokasi ditempuh kurang lebih 15 Km.Dari Cikandang anda menuju titik point Desa Cisandaan,selanjutnya ambil arah kanan menuju desa Pakenjeng,Kecamatan Pamulihan. Sekali lagi,hati-hati melalui jalur ini karena jalanan muali berkelok dan curam meskipun intensitas  kendaraan tidak terlalu padat.
Kurang lebih 20 menit dari arah kantor kepala desa Pakenjeng anda mengambil jalur kiri/lurus langsung menuju lokasi Curug Sanghyang Taraje.
Sampai di lokasi, anda akan menemukan Warung pinggir tebing yang sekaligus sebagi penjaga tiket Curug. Namanya bu Eja, yang sudah faham betul lokasi tersebut.Harga tiket cuma Rp.5000 rupiah hari biasa, parkir Rp.2000, Biar aman dan nyaman,titipkan juga helm kendaraan anda di sini.
Dari depan lokasi tiket menuju curug ditempuh dengan menapaki tangga yang sudah ditembok..tidak terlalu jauh ,hanya kurang lebih 300 meter, pemandangan curug dan suara air terjun sudah tampak.
Di lokasi sekitar curug tampak cukup nyaman,karena sudah ada fasilitas saung,tempat duduk,ayunan dan WC. Di sini juga anda dapat menikmati bekal kuliner yang sudah dipersiapkan atau membelinya di warung Bu Eja.
Curug Sanghyang Taraje memiliki ketinggian sekitar 300 meter,disekitar tebing terdapat hutan-hutan dan tumbuhan heterogen yang usianya cukup tua. Suasana yang asri dan sejuk menjadikan lokasi Curug Sanghyang Taraje menjadi obyek destinasi wisata yang mulai dikunjung oleh wisatawan dan berbagai lokasi bahkan ,kata Bu Eja,penjaga tiket dan warung,ada juga wisatawan dari Pangandaran  sengaja datang ke Curug Sanghyang Taraje ini. Dengan potensi dan kekayaan curug yang banyak di kabupaten Garut ini,hendaknya pemerintah daerah sudah mulai menata akses menuju lokasi wisata juga melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar destinasi wisata agar wisata Garut benar-benar  menjadi pilot pembangunan daerah.


0 comments:

Post a Comment