Copy code snippet Menguak Fakta dan Mitos Gunung 'Piramida' Sadahurip ~ KaGaroet

Menguak Fakta dan Mitos Gunung 'Piramida' Sadahurip


Jika anda yang pernah berkunjung ke daerah kawah Talaga Bodas Garut, di sekitar lokasi tersebut anda akan melihat sebuah pemandangan unik layaknya sebuah piramida Mesir. Itulah gunung Sadahurip,yang berlokasi di Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut.
Gunung Sadahurip sudah lama menjadi buah bibir masyarakat dari komunitas ilmuwan maupun  para penggali misteri.
Dilihat dari bentuknya memang Gunung Sadahurip memiliki 4 sisi dan 4 sudut  dan ujung atasnya lancip menyerupai piramida mesir.Isu pun berkembang menyeruak terkait keberadaaan gunung ini, ada yang mengatakan memang ini merupakan piramida kuno dan lain sebagainya. 
Sumber-sumber mitos terkait gunung tersebut berseliweran di jagat maya .Masyarakat tradisi Indonesia memang senang mengaitkan hal-hal unik dan aneh dengan dunia kosmis. Konon keberadaan gunung sada hurip menyimpan energi aura tersendiri.Aura angker dan fenomena misteri konon tampak muncul dari atas puncak gunung Sadahurip berupa sinar menyerupai bola yang muncul setiap malam Selasa dan malam Jumat. Entah benar atau tidak fenomena ini adanya,namun selayaknya hal-hal mistis tidak menjadikan masyarakat mempercayai hal-hal aneh yang merusak keyakinan kita sebagai umat yang berketuhanan.
Beberapa ahli geologi dan peneliti telah melakukan riset terkait uji geolistrik di gunung Sadahurip,namun tidak ditemukan bukti ilmiah terkait piramida batuan di sini.Beberapa hasil fakta ilmiah antara lain yang dikemukakan oleh Sujatmiko,Sekjen Kelompok Riset Cekungan Bandung yang juga anggota IAGI.
1. Susunan Gunung Sadahurip dari bawah sampai puncak tipe batuan solid, jadi sangat sulit dikatakan ada piramida di dalam gunung itu.

2. Untuk membangun suatu piramida seperti Giza, dibutuhkan 200 ribu orang dalam waktu 20 tahun, dengan membawa blok-blok batu sebanyak 2,3 juta ton. Untuk Sadahurip itu impossible, bila bebatuan Sadahurip 6-7 ribu tahun sesuai uji karbon, saat itu Indonesia masih zaman menggunakan alat batu.

3. Setiap proyek raksasa yang dikerjakan meninggalkan jejak artefaktual atau sisa-sisa pengerjaan, di Sadahurip tidak ada jejak itu. Ada bekas bebatuan yang katanya mirip tulisan Mesir kuno, namun setelah diteliti itu silica yang terkena pelapukan.

4. Bebatuan besar yang ada di Sadahurip, yang katanya diangkut dari Gunung Rahong untuk pembuatan piramida bisa dipatahkan. Semua bisa dijelaskan dengan proses geologi. Bebatuan itu ada karena lava yang mengalir dan masuk ke gunung. Sadahurip merupakan gunung purba.

5. Pintu masuk ke piramida yang disebutkan ternyata hanya goa biasa. Dalamnya hanya beberapa meter dan tidak ditemukan indikasi adanya bebatuan yang dipahat manusia.



Terlepas dari argumentasi ilmiah dan mitos yang berkembang, Gunung Sadahurip kini menjadi obyek destinasi wisata baru karena keunikaannya. Apalagi letaknya berdekatan dengan obyek destinasi wisata kawah Talaga Bodas.


0 comments:

Post a Comment