Menelisik Tradisi Pawang Hujan di Garut



Sudah sejak lama masyarakat Garut dikenal sebagai masyarakat yang memegang tradisi budaya leluhur yang kuat. Nilai-nilai kehidupan sosial masyarakat Garut memang tidak lepas dari nilai spiritual baik yang diadopsi dari agama maupun tradisi masa lalu leluhur.
Baru-baru ini di beberapa media mainstream heboh membahas tentang sosok pawang hujan perempuan yang bernama Mak Inun,seorang nenek berusia sekitar 59 tahun yang sudah belasan tahun menggeluti profesi sebagai Pawang Hujan. Sebuah profesi langka  dari kalangan wanita di era modern ini. Nama fakta nya,memang selain sosok Mak Inun,masih banyak lagi Pawang Hujan di Garut yang ikut andil dalam mensukseskan berbagai perhelatan akbar di Garut dengan cara mengendalikan cuaca sekitar agar tidak hujan. Apalagi bulan-bulan seperti ini, para pawang hujan banjir orderan menjelang perhelatan kampanye terbuka menjelan Pilpres.

Profesi ini diperlukan keahlian khusus dan jam terbang yang tinggi.Bukan profesi sembarang,karena profesi pawang hujan memiliki muatan spiritual magis yang tidak semua orang mampu. Ada ritual dan pengetahuan tertentu dalam menggeluti profesi ini
Bagaimana sih cara kerja pawang hujan itu?
Dalam hal ini, kami hanya menyoroti permasalahan ini dari aspek ilmiah saja.Dalam konteks ilmiah, sebenarnya bukan hujan yang ditahan.Akan tetapi memindahkan butiran dan gumpalan awan cikal bakal hujan.Sebagai mana kita ketahui bahwa,hujan adalah kumpulan uap air yang mengalami evaporasi. Uap air mengandung butiran molekul yang mengandung gelombang elektromagnetik. Nah gelombang-gelombang elektromagnetik inilah sebenarnya yang dikendalikan oleh sang pawang hujan dengan keahliannya. Memang ada beberapa pawang hujan yang menggunakan ritual tertentu sebelum bekerja seperti puasa mutih, sedekah dan lain-lain. Dalam prakteknya pawang hujan tidak lepas dari doa tertentu yang diwariskan turun temurun. Namun sebagai seorang manusia, tak jarang prakteknya gagal total. Pada akhirnya keikhlasan dan keimanan kepada Yang Maha Kuasa adalah segalanya. Jangan sampai kekuatan-kekuatan yang ada menjadi sumber kesombongan yang mengakibatkan murkanya yang Maha Kuasa.
Dalam konteks sosial kultural, profesi dan prosesi  pawang hujan menjadi sebuah fenomena budaya yang jikalau dikemas dalam dapat menjadi sebuah nilai tinggi yang dapat menjadi daya tarik sektor wisata,dalam hal ini wisata budaya.

0 comments:

Post a Comment