Copy code snippet Gebyar Pesona Budaya Garut 2019-Garut Tandang Ngahibarkeun Dangiang ~ KaGaroet

Gebyar Pesona Budaya Garut 2019-Garut Tandang Ngahibarkeun Dangiang



Kalimat di atas merupakan tema dari rangkaian acara Gebyar Pesona Budaya Garut 2019. Sebuah kalimat dalam bahasa Sunda buhun yang sarat filosofi makna Jika diartikan secara luas adalah upaya mengibarkan nama Garut di kancah persaingan yang lebih luas atau global melalui event helaran seni dan budaya Garut yang memang memiliki keragaman dan kekuatan tersendiri di Tatar Priangan,

Sudah menjadi sebuah catatan penting,jika Kabupaten Garut merupakan barometer seni,budaya dan destinasi wisata di Jawa Barat. Ketiganya merupakan komponen penting dalam pembangunan pariwisata nasional. Oleh karena itu upaya menghidupkan kembali potensi seni dan budaya di era millenial ini perlu terus digalakan salah satunya melalui event Gebyar Pesona Budaya Garut 2019 yang punyaknya dilaksanakan tanggal 6-7 April 2019 di sekitar pendopo dan alun-alun Garut.

Helaran kegiatan  Gebyar Pesona Budaya Garut mulai dibuka 6 April 2019 pukul 08.00 dihadiri oleh Menteri Pariwisata,Arief Yahya. Menpar mengapresiasi kegiatan ini untuk mendongkrak kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara yang secara statistik  60 persen dipengaruhi oleh budaya.  Melihat antusiasme masyarakat dalam event ini sepertinya masyararakat sudah siap menjadikan pariwisasata sebagai sektor unggulan .Sekarang tinggal mempromosikan lagi Garut supaya pariwisatanya meningkat lagi dengan menyatukan semua elemen stakeholder pariwisata yang disebut pentahelix,'ungkap Menpar Arief Yahya.
Dalam kesempatan lain Deputi Pemasaran Kemenpar mengatakan jika event GPBG 2019 menjadi sebuah helaran menarik yang masuk dalam Calender of Event (CoE) 100 Wonderful Event Nasional 2019,karena CoE  Wonderful Indonesia 2019 menjadi sebuah kekuatan magnet dalam menarik wisatawan mancanegara.

Rangkaian GPBG dimulai dengan Carnival 12 Komunitas Adat ,23 Seni tradisional dari 5  Kabupaten dan kota di Jawa Barat. Lalu ada juga rangkaian pemecahan rekor MURI dalam memainkan alat musik Celentung yaitu alat musik bambu semacam angklung dengan bentuk dan suara khas yang berasal dari kecamataan Selaawi.
Sebagai kota seni dan budaya,tak lupa juga hadir berbagai kesenian buhun atau lawas dari Garut yang menjadi daya tarik seperti Surak Ibra  asal Wanaraja, seni Gassel, seni Gesrek (semacam debus) , Rampak Silat Bambu Runcing yang dimeriahkan oleh 700 pendekar dari 29 padepokan silat yanga ada di Garut.
Selain kegiatan atraksi,panitia Gebyar Pesona Budaya Garut memberikan lokasi khusus bazaar untuk para pelaku UMKM produk kuliner, kerajinan kulit, hotel,resto untuk memperkenalkan produk-produknya. 
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut,Budi Gan Gan target utama dari pergelaran ini adalah untuk mendorong tingkat kunjungan wisatawan ke Garut karena aneka ragam atraksi seni dan budaya dan disuguhkan dalam event ini. Tiga  aspek penting pembangunan pariwisata adalah  Amenities,Akses ,Atraksi terus dipacu untuk dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah,sementara soal destinasinya Garut sudah memiliki potensi tersebut.Hal ini menjadi PR bersama seluaruh stakeholder dan pelaku wisata di Garut.

0 comments:

Post a Comment