Tips Meledakkan Penjualan Online di Instagram


Penggunaan social media seperti Facebook,Twitter dan Instagram dewasa ini memiliki perkembangan yang sangat pesat.Pada permulaan kemunculannya,aplikasi sosial media ini lebih sering digunakan untuk interaksi sosial, mulai pertemanan,chat,upload photo dan lain sebagainya. Namun seiring perkembangan teknologi smartphone yang pesat dan peluang bisnis yang terus terbuka, kini aplikasi sosmed tersebut sudah banyak dipakai sebagai sarana untuk berjualan secaran online (olshop). Dari beberapa aplikasi sosial media yang disebutkan di atas,kiranya Instagram menjadi idola yang paling banyak dipakai. Ini dikarenakan Instagram lebih simple namun menonjolkan fitur visual dan jumlah follower yang dapat dioptimasi.
Penggunaan fitur Instagram pada android smartphone banyak dipergunakan untuk sarana berjualan produk. Namun berjualan hanya posting produk saja tanpa mengetahui teknik nya, hanya akan menghabiskan waktu dan kuota data saja. Para pelapak online perlu memahami beberapa teknik mengoptimalkan cara jualan online di Intagram ini untuk meledakan penjualannya. Bagaimana caranya? Ikuti 7 Langkah Cara Meledakan Penjualan di Instagram ini

1.Tambahkan Follower Tertarget

Banyak yang tergiur dengan banyaknya followers IG padahal ingat, kini banyak akun yang menawarkan jual beli followers baik yang aktif maupun pasif.Parahnya bagaimana sebuah akun mempunyai followers yang banyak jika ternyata itu ‘robot’ semua?
Dalam menjual produk kita memerlukan target market.Dalam hal ini follower kita menjadi potensial target untuk menawarkan produk. Buatlah follower tertarget agar penjualan kita tepat sasaran. Mendatangkan follower tertarget tentunya memerlukan trik khusus. Cara yang paling mudah adalah carilah akun yang memiliki jumlah followers banyak,contohnya akun selebrity,akun produk kecantikan,hijab,atau selebgram.
Mulailah menambahkan 10 followers dari akun selebrity tadi. Namun jangan melebihi batas target maksimal karena nanti di suspend oleh Instagram. Berilah jeda waktu kemudian mulailah menambahkan kembali.Usahakan cari akun yang tingkat interkasi followersnya tinggi. Itulah target kita yang bisa kita ambil menjadi target penjualan produk kita. Memang teknik ini memerlukan kesabaran dan konsistensi di tengan kesibukan kita.
Bagaimana jika followers tersebut follow akun kita? Apakah wajib kita follback? Jawabnya, pakailah teknik ‘follow” dan “ unfollow’. Jika merasa kita tidak wajib di follow pada beberapa waktu kemudian dapat di “unfollow”.Karena tujuan kita adalah memperbanyak “followers’ yang tertarget.
Dalam Algoritma Instagram perlu anda ketahui pula bahwa, tidak semua followers akan melihat setiap postingan IG kita. Karena Instagram hanya akan menampilkan postingan hanya kepada 10% saja dari total followers kita. Kemunkinan dipilih karena tingkat interaksinya. Jika dari 10 % tersebut memberikan interkasi positif baik like dan koment dalam kurun 1 jam, maka Instagram akan memberikan respon tersbut dan melebarkannya kepada 90 persen followers lainnya. Di sini yang perlu dipahami adalah, usahakan memposting produk yang memberikan kesan ‘penasaran dan memeliki resolusi gambar yang baik. Pakailah teknik AIDA (Attention, Interest,Desire & Action).


2. Maksimalkan Penggunaan Hashtag (#)

Saat ini penggunaan Hashtag atau Tagar dengan lambang (#) telah menjadi sebuah fenomena di semua jejaring social media.
Fungsi dari Hashtag adalah untuk mengelompokkan sebuah topik atau kata kunci sesuai target,minat dan trending topik . Hal ini dapat memudahkan user mencari sesuai kata kunci yang diperlukan. Contoh : #bajumurah #onlineshopbandung #hijabcantik dan sebagainya.
Hashtag masih menjadi kekuatan bagus untuk berjualan, tapi jangan gunakan terlalu banyak hashtag. Gunakanlah 5 – 20 hashtag disetiap caption postingan, jangan Anda gunakan hashtag di kolom komentar, karena itu akan terdeteksi sebagai spam oleh instagram dan tidak akan muncul pada saat ada orang yang mencari di kolom search

3. Memakai Teknik SFS

SFS singkatan dari Shoutout For Shoutout adalah sebuah teknik saling mempromosikan di lapak online di Instagram dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya. Teknik ini hanya digunakan pada sesame onlineshop yang memliki produk berbeda. Misalnya sebuah Olshop Hijab mempromosikan juga (mention) produk Olshop Sepatu pada lapaknya. Teknik ini mungkin lebih sedikit ‘sopan’ dari tenkin no ‘1’ di atas. Karena teknik SFS ini terjalin komunikasi aktif sesama olshop. Kegunaan tekik ini selain menambah follwers juga dapat mengetahuia produk olshop lain yang berbeda.

4.Buat Profil Yang Menarik

Konsumen hanya akan percaya untuk membeli sebuah produk yang penjualnya diketahui kredibilitasnya. Maka dari itu profile si penjual sangat penting dalam memberikan kepercayaan kepada konsumen. Buatlah profile IG disertai biodata, no kontak dan link website (jika ada). Lengkapi profile dengan identitas dan deskripsi yang menarik yang memiliki keterkaitan dengan produk yang dijual.

5. Endorsement

Sering di singkat dengan endorse. Apa itu endorse?
Endorse adalah kegiatan berpromosi dengan cara memberikan produk secara gratis atau dengan kesepakatan honor kepada selebriti/selebgram/public figure yang memiliki jumlah followers banyak dengan syarat mereka harus memposting status ,testimoni produk dengan tujuan promosi.
Kegiatan endorse memang tidak asing lagi di Instagram. Banyak para pemilik online shop yang melakukan endorse ke selebgram dengan tujuan mempromosikan produk mereka. Namun kegiatan endorse ini bukan tanpa biaya.,pilihannya antara memberikan produk secara gratis plus nilai dari honor yang ditargetkan oleh selebgram tersebut .Carilah akun selebriti atau public figure yang memang jelas dan punya kredibilitas dan sesuai dengan produk yang ditawarkan.

6. Niche Topik

Niche artinya focus atau spesifik dengan satu topik saja. Di sini artinya anda membangun satu topik akun olshop sesuai dengan produk yang dijual jangan gado-gado.Misalnya @tokobajuanak. Jika fokus di satu niche market maka folowers anda atau yang kita sebut calon pembeli akan lebih mudah mengenal dan mengingat anda.
Efeknya tentu tidak main-main, selain bisa meningkatkan penjualan, brand anda juga semakin dikenal.

7. Time To Post

Sebagai pelaku bisnis olshop anda juga diharuskan memahami ‘prilaku konsumen’ yang dalam hal ini followers anda. Pahami kapan waktu yang tepat untuk posting Instagram atau posting promo produk kita. Jangan terlallu keseringan posting karena justru akan menjadikan ‘illfieel” bagi followers ujung-ujungnya malah jadi ‘unfollow’ akun kita.
Ada beberapa waktu di mana orang-orang banyak hilir mudik cek timeline dan status Instagram. Waktu antara jam 07.00 pagi ketiga orang sekarang lebih melek gadget sebelum aktifitas lainnya, pukul 12.00 pada saat jam istirahat dan pukul 21.00-22.00 menjelang tidur.
Ini waktu yang efektif jika anda ingin menguploud foto produk anda ke Instagram.
Usahakan untuk selalu mengupload foto produk di waktu-waktu tersebut.
Dalam sehari anda bisa upload foto lebih dari 20, tapi jangan sampai lebih dari 100 dalam sehari karena berisiko di banned Instagram.



Inilah beberapa tips bagaimana meledakan penjualan Olshop di Instagram.Selamat mencoba


0 comments:

Post a Comment