Copy code snippet Menyerah Hanya Ada Pada Kamus Orang Yang Kalah ~ KaGaroet

Menyerah Hanya Ada Pada Kamus Orang Yang Kalah




Saat menyambangi lobby hotel,suasana terasa sejuk dan nyaman. Tampak para petugas Front Office tengah sibuk melayani para tamu yang sedang registrasi dan transaksi.  Sementara  dari balik ujung lobby hotel sebelah luar  tampak siluet eksotis nya Gunung Guntur seakan memberikan simbol , inilah bumi Parahyangan yang sejati.
Sebagai kota wisata,Garut saat ini memang sedang mengalami trend positif. Tingkat kepercayaan public terhadap industry wisata kota  dodol dan coklat ini yang cukup positif. Meski sempat diguncang isyu tak sedap mengenai  ekonomi biaya tinggi destinasi wisata beberapa tahun lalu,kini  isu tersebut semakin hilang seiring dengan sinergitas para pelaku wisata dan stakeholder dalam membangun kembali iklim usaha pada industri pariwisata Garut.Tingkat hunian hotel di hari biasa atau weekdays masih cukup signifikan di banding dengan obyek  destinasi wisata  lainnya. Munculnya hotel baru di wilayah Cipanas Garut menjadi salah satu indikator positif bagi  investor dalam mengambil ceruk kue industry ini.
 Sebagai seorang General Manager Hotel yang baru berusia sekitar 10 bulan,ada sebuah optimisme jika Garut akan menjadi destinasi wisata yang memang primadona,khususnya di Priangan Timur, demikian harapan Ageng Sutadiredja,General Manager Hotel Harmoni Garut ketika kami menemuinya dalam sebuah perbincangan ringan di ruang kerjanya. Santai,rileks dan ramah adalah sikap yang tampak dipancarkan oleh pria asal kota tahu Sumedang ini.
Bagi beliau, menjadi seorang GM di hotel yang tergolong baru memang lebih sedikit sulit dibanding yang sudah berjalan lama. Berbagai target masalah internal yang menyangkut operasional hotel,memahami keinginan dan harapan owner serta menyelesaikan masalah eksternal perusahaan yang timbul   akan menjadi pekerjaan berat jika saya tidak mencintai dunia kerja ini,demikian ungkapnya. Semua harus dijalani dengan ketekunan dan kesabaran. Dan prinsipnya adalah akan selalu ada hikmah dibalik semua permasalahan untuk membuat kita semakin memahami kehidupan.
Pria yang hobby travelling ini,memang sudah tidak asing lagi dengan dunia yang kini membesarkan namanya di puncak karir dunia perhotelan. Karir hotelier nya dimulai sejak beliau bergabung menjadi Staff Front Office & Marketing di Yasmin Hotels Group, Puncak  tahun 1999. Setelah itu  berturut-turut mencoba berbagai kesempatan pada posisi dan hotel yang berbeda di beberapa daerah. Beliau pernah bergabung sebagai Front Office Manager di jaringan hotel Best Western,  Kagum Group dan Soll Marina Hotels Group.
Sudah menjadi hal umum di kalangan staff industry perhotelan jika seolah-olah pola mereka seperti kutu loncat,pindah sana dan pindah sini. ‘Kenapa sih ga enjoy aja di satu tempat? Tentu tidak,’kata beliau. Setiap orang yang komitmen dalam satu dunia akan mencoba  untuk terus menaiki puncak tangga kehidupan karirnya. Ini sebagai jenjang untuk memperoleh portofolio karir di kemudian hari,dan saat ini terbukti oleh nya tatkala didapuk untuk menjadi nakhoda di hotel dengan jumlah kamar sebanyak 102 unit ini.
Bagi pria penyuka tanaman anggrek ini, menjalankan karir di dunia perhotelan adalah sudah menjadi passionnya. Karakter dasarnya yang memang senang bergaul,ramah dan senang mencoba hal-hal baru sangat cocok dengan dunia ini. Berpindah kerja dari satu hotel ke hotel lainnya adalah menjadi sebuah tantangan dan investasi dalam mengembangkan potensi dan mengasah kemampuan. Karena setiap hotel dan setiap daerah di mana dia pernah bekerja, selalu menemukan berbagai perbedaan baik habit maupun culture yang dapat diserap untuk dijadikan ilmu dan bekal dalam mengambil setiap keputusan.
Terbukti  dia pernah dipercaya sebagai Resort Manager di Finna Golf & Resort Pasuruan selama 4 tahun .Dari kota Pasuruan beliau harus pindah ke kota bakpia,Semarang demi sebuah amanah untuk mengendalikan hotel dengan posisi sebagai Room Manager pada Gets Hotel Group Semarang.
Meskipun sering berpindah-pindah tempat, pria kelahiran Sumedang bulan April 1976 ini tetap mengedepankan keluarga sebagai prioritas hidupnya. Posisi  General Manager yang dijabatnya saat ini adalah merupakan puncak karir di industry  hospitality selama ini. Semua ini tidak lepas dari  doa, kesabaran,focus ,dan dorongan seorang istri tercinta yang  kini berdinas di Pemda Kabupaten Subang serta  spirit dari sang  buah hati pernikahannnya yang kini berusia 11 tahun

Winners never Quit and quitters never win’

Kiranya motto di atas adalah kunci panduan hidupnya dalam menjalani jenjang karirnya selama kurang lebih 20 tahun. Menyerah dan pasrah   hanya ada pada kamus orang-orang yang kalah sebelum berkompetisi sedangkan seorang pemenang tidak akan pernah berhenti untuk mencoba dan bangkit dari kegagalan. Kegagalan adalah merupakan keberhasilan yang tertunda.
Aroma kopi Garut yang khas seakan menjadi isyarat jika kami harus segera pamit, seruput terakhir menjadi perpisahan kami di pagi itu. Semoga perjalanan karir dan nilai-nilai positifnya menjadi motivasi bagi semua karyawan bapak.Sukses terus Pak GM!