Copy code snippet May 2019 ~ KaGaroet

Paket Bukber Hotel di Garut;Meraih Pundi ,Menebar Berkah


Photo by Kobby Mendez on Unsplash

Dalam tradisi Calender Of Event  industry perhotelan, sudah menjadi trend tahunan jika bulan puasa menunjukkan grafik  signifikan bagi tingkat hunian hotel. Begitu juga dengan city occupancy untuk beberapa akomodasi hotel di daerah Garut yang mengalami penurunan dari sisi room revenue. Hal ini boleh dikatakan wajar,karena factor supply and demand juga trend prilaku konsumen selama Ramadhan ini mengalami penyesuaian dari sisi needs & wants. Namun demikian dari sisi bisnis ,operasional dan upaya mendapatkan revenue selain dari kamar, harus tetap diupayakan maximum. Kiranya, selain promo jualan kamar yang disesuaikan harganya,juga yang paling penting saat ini adalah mendapatkan income dari sumber penjualan makanan dan minuman. Untuk itu, berbagai promo paket buka puasa beberapa hotel ternama  di Garut  beramai-ramai memberikan sajian harga Buka Puasa Bersama (Bukber) dengan berbagai pilihan harga dan tentunya dengan menu andalan-masing-masing hotel. Nama-nama paket Bukber pun dipilih untuk memberikan  efek daya Tarik dan perhatian bagi tamu seperti paket Bukber Sawaregna , Wareg Pisan,All You Can Eat, Bukber Super Wareg,Bukber Viral,Buka Puasa ala Ali Baba dan lain-lain.
Untuk para pemburu kuliner  baik keluarga, perusahaan, komunitas dan lainnya ,bulan ini saatnya menikmati berbagai pilihan menu special yang ditawarkan oleh beberapa hotel recommended di Garut. Dari pantauan KaGaroet.com, berikut ini beberapa daftar paket Bukber  yang dapat menjadi referensi acara bukber anda



  1. Paket Bukber Cahaya Villa  mulai harga Rp. 35.000/pax
  2. Paket Bukber Harmoni Hotel mulai harga Rp. 75,000/pax
  3. Paket Buka Puasa Sabda Alam Resort mulai harga Rp.40.000/pax
  4.  Paket Bukber Wareg Pisan All You Can Eat, Hotel Santika dibandrol Rp. 99.000/pax dengan konsep Cycling Menu,Menu akan berubah setiap hari.
  5. Paket Bukber Sumber Alam Resort terdapat pilihan harga mulai Rp 40.000,Rp.50000  dan Rp.240.000
  6. Paket Bukber Tirtagangga Hotel dimulai harga Rp.55.000/pax
  7. Paket Bukber Sawaregna Fave Hotel di offer Rp. 68.000/pax  dengan gimmick free 1 untuk setiap consumed 10 pax
  8. Paket Bukber Super Wareg Kampung Sampireun Resort mulai Rp. 40.000/pax
  9. Paket Bukber Danau Dariza Cipanas dipatok Rp.40.000/pax
  10. Paket Bukber Kamojang Green Hotel buffet ala Ali Baba dijual Rp. 75.000/pax dengan gimmick beli 5 dapat 6 (free 1)



Beberapa hotel di atas sudah menjadi referensi utama beberapa kegiatan /event tamu di Garut.Tentunya masing-masing hotel memiliki kekuatan daya jual,iconic,brand image dan add value yang berbeda.Semua dikembalikan kepada konsumen untuk pilihan yang ditawarkan. Pada prinsipnya harga-harga tersebut bukanlan mutlak menjadi bagian strategi meraih pundi-pundi,akan tetapi juga merupakan upaya berbagi keberkahan selama bulan Ramadhan. Untuk reservasi tempat silahkan menghubungi masing-masing hotel.



Perguruan Pusaka Rawayan; ‘Membumikan’ Tradisi Buhun Melalui Silat dan Debus



Siapa yang tak mengenal perguruan silat yang satu ini? Ya,dalam dunia persilatan dan ilmu bela diri,nama harum Perguruan atau Paguron Pusaka Rawayan sudah tidak diragukan lagi eksistensinya. Berbagai pertunjukan, penghargaan dan pencapaian prestasi sudah  disandangnya baik tingkat nasional maupun internasional. Perguruan ini menggabungkan dua unsur seni dan budaya’ buhun’ yaitu seni bela diri pencak silat dan seni budaya  kekebalan tubuh, debus.
Dalam kesempatan silaturahmi sekaligus pembukaan cabang perguruan untuk DPD Garut yang dilaksanakan di pendopo Cahaya Villa Garut, penulis berkesempatan berbincang santai  dengan sosok sang maha guru H Maulana atau yang akrab dipanggil Aa Guru. Aa Guru, merupakan generasi ke tiga pendiri Pusaka Rawayan yang didirikan oleh Ki Maung tahun 1956,yang dilanjutkan oleh H Didit hingga kini dibawah kepemimpinan H Maulana (Aa Guru)
Menurut pria berambut gondrong ,gagah dan kharismatik ini, filosofi dari kata Pusaka Rawayan , Pusaka sendiri berarti sebuah benda,alat, atau media warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai sakral ,Sedangkan kata Rawayan adalah merupakan sebuah jembatan penghubung  atau dalam bahasa sunda ‘cukang lantaran’.

Jadi secara terminologi dapat diartikan bahwa Pusaka Rawayan adalah sebuah media yang  menghubungkan tradisi seni budaya tempo dulu warisan pusaka nenek moyang yang dalam hal ini adalah budaya Sunda Buhun.  Penghubung tradisi budaya buhun dalam tradisi Perguruan Silat Rawayan di representasikan melalui seni bela diri pencak silat dan debus. Debus sendiri  dalam tinjauan sejarah adalah seni pertunjukan ketangkasan kekebalan tubuh yang mulai diperkenalkan oleh Sultan Ageng Tirtayasa,Sultan Banten (1651-1692 M), dalam upaya memompa semangat perjuangan rakyat Banten melawan penjajah. Dalam perjalanannya,seni debus memang sering disandingkan dengan seni beladiri pencak silat dan tenaga dalam.
Kesenian Debus yang sering dipertontonkan di antaranya:
  • Menusuk perut dengan tombak atau senjata tajam lainnya tanpa terluka.
  • Mengiris bagian anggota tubuh dengan pisau atau golok.
  • Menggergaji dan mengebor anggota tubuh
  • Menusukkan jarum kawat ke lidah, kulit pipi atau anggota tubuh lainnya hingga tebus tanpa mengeluarkan darah.
  • Mengiris anggota tubuh hingga terluka dan mengeluarkan darah namun dapat disembuhkan seketika dengan hanya mengusapnya saja. Dan masih banyak lagi pertunjukan seni debus yang dapat dinikmati.
Padepokan Pusaka Rawayan yang berpusat di Banjaran,Kabupaten Bandung hingga kini memiliki murid lebih dari 3500 orang  yang tersebar di seluruh pelosok nasional hingga ke mancanegera dari berbagai tingkatan umur,dimulai dari umur 5 tahun.Tercatat ada 12 negara yang sudah bernaung dalam perguruan ini diantaranya India dan Brazil. Secara legal, Perguruan Pusaka Rawayan sudah mengalami perubahan akta pendirian dan kepengurusan tahun 2000 dan terakhir tahun 2011. Perguruan yang menginduk kepada PPSI dan IPSI ini secara formal merupakan perguruan pencak silat yang sudah bersertifikat yang dalam arti merupakan kepercayaan resmi dari negara kepada perguruan ini dalam upaya ikut melestarikan warisan budaya bangsa melalui  seni bela diri pencak silat dan debus .

Dalam perspektif pariwisata, salah satu unsur ketiga pembangunan pariwisata setelah Amenitas dan Aksesibilitas  adalah Atraksi, maka keberadan seni pencak silat dan debus merupakan sebuah potensi unsur budaya yang perlu diangkat dalam mendorong industri pariwisata . Dalam jangka panjang semoga akan terjadi sebuah kerjasama positif antara industri pariwisata seperti hotel,resto dan pusat –pusat pertunjukan  dengan Perguruan Pencak Silat dan Debus  Pusaka Rawayan.  Usaha ini adalah satu upaya mengakomodir kegiatan pencak silat dan debus sekaligus  mengangkat seni budaya ke tingkat yang lebih tinggi. Di sisi lain, para tamu akan terhibur dan puas dengan atraksi yang diberikan sehingga mampu mendorong tingkat kunjungan wisatawan. Dan dipilihnya kabupaten Garut dalam mengembangkan perguruan ini salah satunya adalah karena potensi wisata Garut  yang diharapkan mampu disandingkan dalam bentuk kerjasama yang kongkrit antara Perguruan dan industri pariwisata lainnya untuk mengangkat seni beladiri pencak silat dan debus yang merupakan ‘pusaka rawayan’ masyarakat Sunda tempo dulu.



Mengangkat Kuliner Rakyat Melalui Festival Baso Aci Garut 2019



Kota Garut lagi-lagi membuat gebrakan dalam bidang kuliner dengan mengadakan acara  Festival Baso Aci 2019. Bertempat di pelataran pendopo kabupaten Garut ,kegiatan ini  akan berlangsung mulai tanggal 3 Mei  hingga 5 Mei 2019 yang diikuti lebih dari 35 tenant baso aci yang hampir semuanya berasal dari Garut.
Festivasl Baso Aci 2019 lahir dari ide dan kreatifitas anak muda Garut dan pegiat sosial media yang jeli melihat peluang dan  potensi wisata kuliner yang selama ini menjadi konsumsi masyarakat Jawa Barat umumnya,khususnya masyarakat Garut, yaitu aci . Penganan yang berasal dari tepung tapioka dan juga tepung sagu banyak digemari oleh lapisan masyarat .
Sudah menjadi rahasia umum jika masyarakat Jawa Barat sangat kreatif dalam menciptakan berbagai kuliner yang unik,gurih,murah,merakyat dan alami, salah satunya adalah baso aci. Kuliner yang satu ini memang  telah menjadi idola  yang banyak diburu pecinta kuliner juga sekaligus sebagai alternatif mie baso daging yang sudah  terlalu mainstream.



Menurut penggagas acara sekaligus ketua penyelengara, Dhani Oemar dari Vortabel Organizer, tujuan  diselenggarakan Festival Baso Aci ini adalah untuk mengangkat baso aci sebagai kuliner khas Garut. Menurut Dhani, memang  di beberapa daerah seperti Jakarta,Bandung dan wilayah kota di Jawa Barat, kuliner baso aci ini sudah ada namun sepertinya gaungnya masih kalah dengan kuliner baso umumnya. Sedangkan di Garut, beberapa kuliner dan warung baso aci banyak dijumpai dengan mudah dengan harga yang variatif dan cita rasa yang enak.Bahkan beberapa gerai baso aci kini banyak yang sudah terkoneksi dengan aplikasi online. Menurut pegiat sosial media Jajanan Garut, di kota  Garut saja kurang  lebih ada 800 warung baso aci . Baso aci kini semakin mendapat tempat di hati masyarakat Garut . Fenomena inilah yang melatarbelakangi diadakannya event ini dalam rangka mengangkat nama baso aci di kancah dunia kuliner yang lebih luas. Berharap ke depannya, kota Garut yang sebelumnya mempunyai ikon sebagai kota dodol dan belakangan sebagai kota kopi, juga akan disusul sebagai kota baso aci baik tingkat regional maupun secara nasional.

Dengan adanya festival Baso Aci  Garut 2019 ini diharapkan mampu menumbuhkan gairah bisnis kuliner, kegiatan UMKM di Garut dan meningkatkan kreatifitas  para koki dan penggiat kuliner dalam menciptakan ide-ide menu yang semakin variatif. Selain itu bagi para wisatawan yang hendak  berkunjung ke Garut, festival ini menjadi sebuah obyek daya tarik wisata kuliner yang patut dikunjungi dan dinikmati.
Festival Baso Aci Garut 2019 ini diklaim sebagai Festival Baso Aci pertama di Indonesia, karena memang belum terdengar ada catatan dan jurnal seputar kuliner yang mengangkat seputar baso aci. Diharapkan kegiatan ini menjadi event reguler yang dapat diselenggarakan tiap tahun.Selain itu, event ini juga diramaikan dengan lomba memasak baso aci  oleh ibu-ibu PKK yang jurinya adalah para chef yang tergabung dalam ICA  (Indonesia Chef Association) DPC Garut.
Bagi pengunjung yang memang sudah mempunyai jagoan dan langganan baso aci,silahkan memilih jajanan pad booth baso aci yang sudah terdaftar seperti,  Baso Aci Maleer Alkaromah,,Baso Mercon Bara-bere, Baso Urat Bom, Bacil Geboy, Baso Civeyya,Bacil Tomyam, Baso Teh Ela, Baso Aci Acay,Baso Ceu Imas,Baso Aci Kalimanjaro, Baso Ceuceu,Bakso Ceu Piroh, Bakso Kriwil Bunda,,Baso Aci Anirasa,Cimol Bawang Campaka,Baso Berkah Rasas, BCL (Baso Cing Lada),Basi Aci Meni Hot dan masih banyak lagi gerai baso aci yang akan memanjakan lidah pengunjung.