Copy code snippet Perguruan Pusaka Rawayan; ‘Membumikan’ Tradisi Buhun Melalui Silat dan Debus ~ KaGaroet

Perguruan Pusaka Rawayan; ‘Membumikan’ Tradisi Buhun Melalui Silat dan Debus



Siapa yang tak mengenal perguruan silat yang satu ini? Ya,dalam dunia persilatan dan ilmu bela diri,nama harum Perguruan atau Paguron Pusaka Rawayan sudah tidak diragukan lagi eksistensinya. Berbagai pertunjukan, penghargaan dan pencapaian prestasi sudah  disandangnya baik tingkat nasional maupun internasional. Perguruan ini menggabungkan dua unsur seni dan budaya’ buhun’ yaitu seni bela diri pencak silat dan seni budaya  kekebalan tubuh, debus.
Dalam kesempatan silaturahmi sekaligus pembukaan cabang perguruan untuk DPD Garut yang dilaksanakan di pendopo Cahaya Villa Garut, penulis berkesempatan berbincang santai  dengan sosok sang maha guru H Maulana atau yang akrab dipanggil Aa Guru. Aa Guru, merupakan generasi ke tiga pendiri Pusaka Rawayan yang didirikan oleh Ki Maung tahun 1956,yang dilanjutkan oleh H Didit hingga kini dibawah kepemimpinan H Maulana (Aa Guru)
Menurut pria berambut gondrong ,gagah dan kharismatik ini, filosofi dari kata Pusaka Rawayan , Pusaka sendiri berarti sebuah benda,alat, atau media warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai sakral ,Sedangkan kata Rawayan adalah merupakan sebuah jembatan penghubung  atau dalam bahasa sunda ‘cukang lantaran’.

Jadi secara terminologi dapat diartikan bahwa Pusaka Rawayan adalah sebuah media yang  menghubungkan tradisi seni budaya tempo dulu warisan pusaka nenek moyang yang dalam hal ini adalah budaya Sunda Buhun.  Penghubung tradisi budaya buhun dalam tradisi Perguruan Silat Rawayan di representasikan melalui seni bela diri pencak silat dan debus. Debus sendiri  dalam tinjauan sejarah adalah seni pertunjukan ketangkasan kekebalan tubuh yang mulai diperkenalkan oleh Sultan Ageng Tirtayasa,Sultan Banten (1651-1692 M), dalam upaya memompa semangat perjuangan rakyat Banten melawan penjajah. Dalam perjalanannya,seni debus memang sering disandingkan dengan seni beladiri pencak silat dan tenaga dalam.
Kesenian Debus yang sering dipertontonkan di antaranya:
  • Menusuk perut dengan tombak atau senjata tajam lainnya tanpa terluka.
  • Mengiris bagian anggota tubuh dengan pisau atau golok.
  • Menggergaji dan mengebor anggota tubuh
  • Menusukkan jarum kawat ke lidah, kulit pipi atau anggota tubuh lainnya hingga tebus tanpa mengeluarkan darah.
  • Mengiris anggota tubuh hingga terluka dan mengeluarkan darah namun dapat disembuhkan seketika dengan hanya mengusapnya saja. Dan masih banyak lagi pertunjukan seni debus yang dapat dinikmati.
Padepokan Pusaka Rawayan yang berpusat di Banjaran,Kabupaten Bandung hingga kini memiliki murid lebih dari 3500 orang  yang tersebar di seluruh pelosok nasional hingga ke mancanegera dari berbagai tingkatan umur,dimulai dari umur 5 tahun.Tercatat ada 12 negara yang sudah bernaung dalam perguruan ini diantaranya India dan Brazil. Secara legal, Perguruan Pusaka Rawayan sudah mengalami perubahan akta pendirian dan kepengurusan tahun 2000 dan terakhir tahun 2011. Perguruan yang menginduk kepada PPSI dan IPSI ini secara formal merupakan perguruan pencak silat yang sudah bersertifikat yang dalam arti merupakan kepercayaan resmi dari negara kepada perguruan ini dalam upaya ikut melestarikan warisan budaya bangsa melalui  seni bela diri pencak silat dan debus .

Dalam perspektif pariwisata, salah satu unsur ketiga pembangunan pariwisata setelah Amenitas dan Aksesibilitas  adalah Atraksi, maka keberadan seni pencak silat dan debus merupakan sebuah potensi unsur budaya yang perlu diangkat dalam mendorong industri pariwisata . Dalam jangka panjang semoga akan terjadi sebuah kerjasama positif antara industri pariwisata seperti hotel,resto dan pusat –pusat pertunjukan  dengan Perguruan Pencak Silat dan Debus  Pusaka Rawayan.  Usaha ini adalah satu upaya mengakomodir kegiatan pencak silat dan debus sekaligus  mengangkat seni budaya ke tingkat yang lebih tinggi. Di sisi lain, para tamu akan terhibur dan puas dengan atraksi yang diberikan sehingga mampu mendorong tingkat kunjungan wisatawan. Dan dipilihnya kabupaten Garut dalam mengembangkan perguruan ini salah satunya adalah karena potensi wisata Garut  yang diharapkan mampu disandingkan dalam bentuk kerjasama yang kongkrit antara Perguruan dan industri pariwisata lainnya untuk mengangkat seni beladiri pencak silat dan debus yang merupakan ‘pusaka rawayan’ masyarakat Sunda tempo dulu.



0 comments:

Post a Comment