Mengenang Jejak'Si Gombar' Legenda Lokomotif Garut -Cikajang

Photo sumber"id.wikipedia
Reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Cikajang via Garut sepertinya bukan lagi menjadi wacana, tapi sudah mulai direalisasikan. Pembongkaran bangunan di sekitar bantaran rel baik di daerah Cibatu maupun Garut  sudah mulai dilakukan di awal bulan Ramadhan ini.
Berbicara tentang perkeretaapian,moda transportasi kereta api di Garut mempunyai sejarah yang panjang. Kehadirannya tidak bisa dilepaskan dari sejarah pembangunan perkeretaapian nasional yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda tempo dulu. Untuk mempermudah jalur distribusi hasil pertanian,pertambangan dan hasil bumi lainnya sebagai hasil dari sistem tanam paksa, maka dibangunlah jalur kereta api oleh Staatsspoorwegen (SS) yang merupakan perusahaan kereta api milik hindia Belanda. Termasuk dalam hal ini jalur kereta api Cibatu-Garut Cikajang sejauh kurang lebih 47,5 KM. 

Awal mula dibangun jalur kereta api ini adalah untuk kepentingan angkutan hasil perkebunan teh di sekitar Cikajang sesuai target pemerintah Hindia Belanda saat itu, untuk mempersatukan Tatar Sunda dengan transportasi kereta api. Namun jalur-jalur kereta api SS, di tatar priangan dianggapnya sangat mahal,pasalnya jalur rel di tatar Sunda terutama Jalur Cibatu-Cikajang hampir 100 persen adalah kontur pegunungan yang terjal dan ekstrem. Namun demikian,pemerintah Hindia Belanda,berhasil membangun jalur kereta api ini dalam dua tahap Tahap pertama jalur Cibatu-Garut menempuh jarak kurang lebih 19,2 KM. Pembukaan ini satu paket dengan proyek pembangunan jalur Bandung-Cibatu yang diresmikan 14 Agustus 1889.Selanjutnya dilakukan perpanjangan jalur Cibatu-Garut Cikajang di mana jalur ekstrem terjadi menuju Cikajang dengan ketinggian + 1246mdpl. Jalur Garut-Cikajang sendiri ditempuh sekitar 28,3 KM.Alhasil, karena jalur ini dikatakan cukup menantang,maka hanya dapat dilalui oleh jenis lokomotif  uap mallet besar seperti jenis  CC 50 dan DD52 dengan susunan gandar   2-8-8-0 ,artinya 2 roda besar di depan berpasangan yang dibeli oleh Stastsspoorwegen dari produsen Weekspoor. Lokomotif ini diperuntukan untuk angkutan barang  dan penumpang.Jalur Cibatu-Garut-Cikajang ini akhirnya diresmikan  tanggal 1 Agustus 1930.
Photo  :ruber.id

Tahun 1970an merupakan dekade kejayaan lokomotif ini di mana pemandangan lalu-lalang lokomotif mengangkut barang dan penumpang.Suara hatong uap yang melengking menjadi sebuah ikon yang terus dikenang oleh masyarakat sepanjang pesisir jalur. Ini sebuah hal yang dikagumi oleh masyarakat tempo itu,karena moda transportasi massal ini menjadi sebuah kebutuhan  yang diburu.
Ada sebuah julukan menarik oleh masyarakat terhadap lokomotif ini,yaitu dengan istilah'Si Gombar'. Sama halnya seperti pada julukan lokomotif lain 'Si Kuik' di daerah sepanjang jalur kereta Banjar-Cijulang.Entah kenapa muncul istilah  penamaan ini pada lokomotif ini. Usut punya usut,cerita dari para orang tua tempo dulu,nama si Gombar merupakan julukan bagi sosok si kuda besi yang tangguh menjajal pegunungan dengan tenaga kuat perkasa. Berbarengan zaman tersebut, di Amerika sedang lahir industri perfilman.Tahun 1911 salah satu tokoh yang dimunculkan adalah nama si Gombar yang merupakan tokoh jahat berbadan kuat dan bertenaga besar. Istilah ini yang adopsi oleh masyarakat Sunda tempo itu untuk menggambarkan sosok kuat,besar dan bertenaga termasuk julukan kepada lokomotif uap ini (kamus Sunda RA Danadibrata).
Saat menulis tentang ini, penulis seakan dibawa ke masa lalu,dimana penulis sendiri mengalami masa kejayaan kereta uap ini bernama si Kuik (hatong uap berbunyi'kuik-kuikan). Penulis adalah merupakan keturunan langsung seorang pensiunan masinis kereta api era uap dan diesel.Penulis masih dapat menggambarkan bagaimana gagahnya dan senangnya menikmati perjalanan Banjar-Pangandaran menggunakan lokomotif uap ini.Menjadi seorang masinis kereta api era Perusahaan Negara ,kemudian berubah menjadi Perusahaan Jawatan saat itu tidaklah mudah, harus melalui fase-demi fase perjalanan karir, dari tukang rem, juru langsir, stoker (penyetok bahan bakar),assistant masinis hingga masinis dilakukan dengan learning by doing berdasarkan  buku panduan  (handbook) yang lebih dari 77% berbahasa Belanda.
Akan halnya sejarah kereta api Cibatu-Cikajang, ini menjadi sebuah cerita sejarah masa lalu yang membangkitkan kenangan dan harapan bagi lahirnya kembali transportasi si kuda besi ini.
Mengenang jalur-jalur stasiun kecil yang dilalui si Gombar berikut ini adalah stasiun yang dulu sempat disinggahi 'Si Gombar'

Jalur Cibatu-Garut:

Cibatu (CB)+612M
Cikoang
Pasirjengkol  (PSJ)+674M
Citameng
Wanaraja (WNR)
Cinunuk
Tungilis
Cibolerang
Cimurah
Pasir Uncal 
Sukarame
Garut (GRT)+717M

Jalur Garut-Cikajang
Pamoyanan
Cireungit
Ciroyom
Kamojang (KMJ) +922M
Cloyod
Dangdeur
Bayongbong
Cipelah
Cisurupan (CSN)+1216M
Cisero
Cidatar
Patrol Girang
Cikajang (CKJ) +1246M
Semoga rencana reaktivasi perkeretaapian di Garut ini membawa dampak  positif  bagi pembangunan perkotaan dan hubungan antara wilayah serta untuk mendorong pariwisata Garut sebagai kota destinasi wisata.

Sibentang Private Villa 'New Concept';Feel The Serenity



Menikmati liburan ke Garut dengan menginap pada hotel dengan konsep bungalow adalah hal yang sudah biasa. Hal ini sangat beralasan karena hampir seluruh hotel berbintang di sekitar Cipanas berkonsep cottage dengan menyajikan bungalow berbagai tipe dengan sarana air panas. Hal ini bisa jadi memberikan kesan biasa dan bosan bagi para tamu. Sedangkan dalam era indutri wisata 4.0 saat ini, hal yang diharapkan oleh para wisatawan adalah ' experience'.  Tamu disuguhkan dengan sensai lain yang lebih cozy dan menghargai nilai privasi. Untuk itu, peluang jeli telah dibangun oleh kelompok Sumber Alam Mubarak dengan membangun cluster private villa yang ekslusif dengan konsep pelayanan yang berbeda dengan akomodasi lainnya.

Sejak mulai didirikan dan dipasarkannya kepada umum sejak tahun 2016, Sibentang Private Villa sudah mengalami beberap pergantian operator pengelola. Hal ini wajar dalam sebuah industri jasa akomodasi. Kini di semester kedua 2019, Sibentang Private Villa kembali dioperasikan oleh sebuah operator konsultan manajemen hospitality bernama Ammoney JM, bekerjasama dengan PT Sumber Alam Mubarak. Diharapkan perubahan manajemen ini memberikan angin segar bagi para owner baik dari sisi tingkat hunian, pendapatan juga bagi para tamu akan mendapatkan sebuah pengalaman dan kepuasan yang berbeda dari sisi kualitas pelayanan.
Perubahan ini kami namakan sebagai 'Sibentang Reborn',atau terlahir kembali dengan nilai-nilai hospitality yang nyata dan transparan, demikian kata Chief Hidayat, selaku pimpinan Operator Manajemen Ammoney JM. Kami pun disini bekerja didukung oleh tim handal yang memang ahli dalam bidang perhotelan yang berpengalaman dan bersertifikasi. Sehingga sinergitas ini akan lebih mendorong kepada hasil yang diharapkan," demikian ungkapnya.Kami berusaha untuk merumuskan kembali strategy marketing yang tepat untuk meningkatkan performa villa yang memang terkesan masih 'stuck'. Bagi, kami 'Hospitality' adalah negosiasi, bukan penolakan-penolakan yang akan melahirkan kekecewaan pelanggan," imbuhnya lagi.
Kagaroet.com, mencoba menyambangi suasana Sibentang Private Villa untuk berbagi cerita tentang Private Villa yang mempunyai kelas tersendiri di Garut.

Akses dan Lokasi

Sibentang Private Villa berlokasi masih di dalam komplek Sumber Alam Resort,Jalan Raya Cipanas No 122,Tarogong Garut. Jarak tempuh dari kota Bandung sekitar 1,5 jam melalui akses jalan raya Nagreg,,melewati Kecamatan Kadungora dan Leles. Memasuki gerbang kota Garut, di sebelah kanan anda akan menemui gapura Selamat Datang Di Kawasan Resort Cipanas. Dari sini lokasi hanya 5 menit saja. Jika anda menggunakan jasa transportasi KA, stasiun persinggahan terakhir adalah stasiun KA Leles jika tujuan KA tersebut berhenti disini,atau biasanya untuk semua rute selatan,KA berhenti di stasiun KA Cibatu.Dari sini anda dapat menggunakan angkutan kota menuju arah Garut.

Kamar

Sibentang Private terdiri dari 7 unit privat villa dengan dua type plihan kamar. Terdapat 5 unit private villa dengan dua kamar baik connecting maupun tidak . Maksud connecting room di sini adalah tipe dua kamar yang sejajar dan dihubungkan dengan pintu antara kamar. Sedangkan untuk tipe non connecting room adalah dua kamar yang terpisah satu sama lainnya. Untuk type dua kamar,terdapat tipe double bed (king size) dan untuk kamar yang satunya adalah tipe twin bed (dua bed kecil berdampingan).Masing-masing bed ditutupi dengan tiga bedsheet ,dan dihiasi runner dengan ornament yang indah. Head bed masing-masing villa mempunyai ornament berbeda sesuai dengan tema kamar,ada ornament bunga Lili,Melati,Padma,Seruni,Anggrek,Cendana dan Mawar.
Di samping bed room utama ,terdapat daybed yaitu sofa untuk relax.Ukurannya sekitar 1x2 meter dilengkapi berbagai bantal dengan tekstur yang lembut. Fasilitas lain di dalam kamar terdapat AC,jaringan televisi cable dan akses internet.


Masing-masing kamar dilengkapi  kamar mandi berbentuk bath tube yang sangat nyaman,dengan fasilitas shower baik air panas maupun air dingin,face towel,hand towel,soap dan shampoo.
Setiap unit villa,dilengkapi kolam renang air panas (alami) ukuran 10x4 meter untuk villa dua kamar dan 8x4 meter untuk villa yang satu kamar,fasilitas dining room dilengkapi pantri dan kitchenette,cutleries,televisi,microwave,mini bar.
Sebagai villa yang awalnya  mengusung konsep pelayanan  semi butler service,sarapan pagi dengan menu Indonesian breakfast dan Continental breakfast,dapat dinikmati dengan diantar  oleh petugas villa dimulai pukul 6.30 sd 09.30 pagi.
Selain itu,tamu juga dapat menikmati pelayanan room service dengan system a la carte,yaitu menu dengan harga satuan,sesuai pilihan.
Untuk para tamu yang ingin relaksasi tak perlu khawatir, karena dapat dilayani oleh layanan spa dan massage dari Sumber Alam Resort di depan dengan sistem panggilan atau langsung datang ke outlet yang tak jauh dari Sibentang Private Villa 

Rate

Untuk ukuran sekelas private villa dengan luas dan fasilitas yang cukup lengkap,harga cenderung masih realistis. Setelah harga lama dirasa cukup tinggi bagi daya beli untuk pangsa pasar Priangan , maka lewat operator baru ini harga disesuaikan kembali sesuai dengan faktor dan rasio yang lebih realistis.Untuk villa yang dua kamar (2BR) harga ditawrkan Rp.3.750.000/net Weekdays dan Rp.2.750.000/net untuk villa dengan satu kamar (1BR). Sedangakn untuk harga weekend , ada  perbedaan kenaikan menjadi Rp. 3.025.000/net (Villa 1BR) dan Rp. 4.125.000 (villa 2 BR).


Harga ini masih dalam rangka 'Shocking Offer' terutama bagi para loyal customer lama yang sempat 'menghilang' karena resistensi harga. Kedepannya harga akan lebih dinamis menyesuaikan event. Namun dari sisi analisa bisnis harga ini masih realistis dan sesuai dengan daya beli wisatawan lokal yang umumnya berasal dari Bandung dan Jabotabek, setara dengan harga rata-rata villa di Bali dan Tanjung Lesung, Adapun bila tamu ingin paket dan benefit tambahan, hal itu mudah sekali tinggal mengajukan permintaan sesuai bujet dan pihak manajemen akan menghitungnya. Jadi boleh disebut customize.
Nah bagi para wisatawan mau menikmati sensasi bermalam di Sibentang Private Villa Garut,silahkan
melakukan pemesanan ke no telepon 0262 4892111 atau Hotline Reservation 085974722623.


Logo Baru Sibentang Private Villa