Membangun Indonesia Maju ,Dimulai Dari Lingkungan Yang Unggul

Ade Koswara (Ketua RW 15,Cijati Asri)

Keceriaan dalam rangka menyambut UlangTahun Kemerdekaan RI yang ke-74 juga mewarnai seluruh warga kompleks Cijati Asri ,Kelurahan Jayawaras,Kecamatan Tarogong Kidul,Garut. Berbagai perlombaan memeriahkan kemerdekaan digelar di sekitar jalan protokol kompleks,yang memiliki 4 RT dan 255 Kepala Keluarga ini.Kegiatan ini hampir memang tiap taun digelar,seperti halnya di tempat lain, yang digagas oleh para pemuda-pemudi Karang Taruna setempat.

Dari pantauan KaGaroet.com,  Komplek Perumahan Cijati Asri merupakan salah satu dari sekian banyak komplek perumahaan di Garut yang memiliki tingkat kerukunan dan kekompakan yang luar biasa. Kegiatan keagamaan yang mencakup shalat berjamaah,pengajian Jumat malam, shalat Jumat, Pengajian Ahad Akbar, dan kegiatan lainnya yang berpusat di Mesjid Darul Muttaqin ,Cijati Asri selalu dipenuhi oleh jamaah. Mesjid ini lebih makmur dan menjadi sumber keberkahan yang memiliki peranan penting dalam membangun  karakter umat. 
Hal yang patut diapresiasi dan terus ditingkatkan adalah animo warga tentang kesadaran shalat Subuh berjamaah,semakin meningkat. Jumlah shaf shalat di Mesjid Darul Muttaqin-menurut catatan penulis-lebih banyak dibandingkan dengan jumlah shaf di beberapa mesjid lainnya di Garut.Teringat oleh sebuah petuah bijak seorang ulama,jika ingin melihat kebaikan dari sebuah kaum, lihatlah shalat subuhnya. Dan ini telah dibuktikan oleh jamaah Perumahan Cijati Asri, Tarogong Kidul Garut
Suasana Sholat Idul Adha di Lingkungan RW

Pada akhirnya, kebersamaan ini mendorong semangat dan kekompakan dalam kegiatan sosial lainnya yang sering diadakan baik,olahraga, kerjabakti, posyandu,dan pelayanan kesehatan lainnya. Disisi lain, kesadaran untuk menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan perumahan terus meningkat.
Ada hal yang perlu dijadikan contoh oleh warga perumahan lainnya, bahwa Perumahaan Cijati Asri, meskipun dari status sosial ekonomi warganya berbeda-beda,dari mulai wiraswasta, pegawai swasta, guru,dosen,ASN,anggota Dewan,anggota TNI & Polri, namun tampak selalu hidup rukun dan saling menghargai satu-sama lainnya. Perbedaan dalam pemahaman beragama dan  aspirasi politik,yang beberapa bulan ke belakang cukup menyedot perhatian,  mampu dieliminir karena  kesadaran,kedewasaan dan cara pandang yang elegant oleh seluruh warga sehingga situasi lingkungan tetap berjalan aman dan damai.
Menurut ketua RW 15,Perumahan Cijati Asri Bapak Ade Koswara,sebagai ketua RW yang baru beberapa bulan mengemban amanah,dirinya merasa bangga dan bahagia melihat kondisi kerukunan dan kebersamaan yang terjalin dilingkungannya. Beliau, berusaha untuk terus memberikan pelayanan yang baik bagi pengembangan di lingkungannya. Beberapa agenda pembangunan untuk menambah fasilitas umum dalam lingkungan perumahan sedang dipersiapkan.Semoga ke depannya ‘indeks kebahagiaan’warga Perumahan Cijati Asri semakin meningkat dan menjadi contoh bagi lingkungan masyarakat lainnya,”demikian ungkapnya . Dirinya berharap agar seluruh warga bersama-sama ikut mendorong semua langkah untuk membangun lingkungan yang kondusif,aman,nyaman dan bahagia.

Inilah sebenarnya contoh kongkrit bagaimana membangun sumber daya manusia unggul untuk Indonesia yang lebih maju, yang merupakan tema Hari Kemerdekaan Indonesia Ke 74. Membangun SDM yang unggul harus dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat dahulu,seperti keluarga,tetangga, lingkungan RT dan RW  sampai kepada masyarakat yang lebih luas.Semoga makna Hari Kemerdekaan Indonesia ke -74 ini, menjadi moment penting untuk membangun tujuan tersebut.


Belajar 'Ngocoblak ' Bareng Para Jawaranya MC Garut

Pesatnya industri kreatif dan perhelatan di Garut semakin hari menunjukan sebuah perkembangan yang signifikan.Hal ini ditunjang dengan perkembangan arus teknologi informasi yang merubah cara pandang masyarakat yang ke arah yang lebih kritis dan praktis. Tuntutan kebutuhan akan sumber daya manusia dalam industry kreatif dan event di Garut,terutama untuk seorang Master of Ceremony,ternyata menjadi sebuah hal yang cukup menarik dan potensial untuk terus dikembangan. Masyarakat semakin 'open mind' dalam memahami bagaimana jika sebuah event atau perhelatan bisa diselenggarakan dengan baik jika tidak di 'guide' oleh seorang MC yang baik,mampu mencairkan suasana dan yang lebih penting mampu menyampaikan tujuan kepada audiens tentang  event yang diselenggarakannya tersebut.
Dalam pada itu, ada sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Garut,bahwa ternyata Garut memiliki segudang  jawara 'cuap-cuap' dan'ngocoblak' yang  sangat potensial dan bertalenta. Mereka menamakannya Komunitas MC Garut yang kini memasuki umur yang ke-2 tahun.  Ada, hal yang menarik dari komunitas ini, bahwa mereka adalah kumpulan Master of Ceremony yang terlahir dari latar belakang dan pakem yang berbeda-beda. Sebut saja, ada spesialis MC Wedding berlatar  Tradisi Sunda &Islami, ada MC Wedding berlatarbelakang moderat,MC Event, MC Protokoler, MC dengan background  Penyiar Radio dan lain-lain.Tentunya dengan berbagai latar belakang tersebut memiliki gaya,cara sampai pemilihan 'diksi' yang berbeda beda. Namun demikian mereka adalah tetap merupakan sekelompok pekerja kreatif dengan basic "Public Speaking' yang akan menentukan sukses tidaknya sebuah acara.
Kini memasuki usianya yang ke-2,Bertempat di Zabir Coffee and Friends,Jumat 2 Agustus 2019,komunitas MC Garut semakin menujukkan eksistensi dan kekompakannya dengan menyelenggarakan syukuran ultahnya dengan tema' Talk About Xperience'. Acara ini dikemas dalam bentuk talkshow,workshop, music performance  dan doorprize,merupakan moment tepat untuk berbagi . 
Berbagai  MC 'hits dan kondang' Garut dari lintas generasi dan latarbelakang,saling berbagi keseruan pengalaman dan tips terutama bagi pemula dan siapa saja yang akan terjun di industri ini. Acara ini sangat positif dalam menumbuhkan minat dan bakat millenial yang hendak terjun menjadi MC namun minim pengetahun dan pengalaman. Pepatah 'Pengalaman adalah Guru Terbaik' nyatanya memang masih tetap menjadi sesuai yang diyakini oleh profesi apapun,termasuk oleh seorang Master of Ceremony. Pengalaman lucu,pahit, jam terbang ,keinginan untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas ilmu dan keterampilan formal adalah menjadi kunci sebuah kesuksesan  bagaimana akhirnya menjadi seorang Pemandu Acara yang baik dan dipercaya masyarakat.
Dalam pandangan keilmuan, kemampuan atau kompetensi adalah sekumpulan variable Pengetahuan, Keterampilan  dan Sikap, namun dari ketiga variable tersebut,yang terpenting adalah Sikap dan nilai-nilai profesionalisme. Inilah merupakan kunci sebuah kesuksesan dalam menjalankan profesi ini. Memperkaya referensi dan literasi  adalah penting  namun tetaplah menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain,   teruslah menggali potensi diri yang tersembunyi. Maju terus komunitas MC Garut,tetap jaya dan kompak !
Last but not least,bagi masyarakat Garut dan sekitarnya yang hendak memerlukan jasa profesi pemandu acara atau MC baik wedding, event,atau tema lainnya, ga usah jauh-jauh nyari ke tempat lain  ya..di Garut juga banyak ko, yang kondang and hitz....Okay? (KI)