Copy code snippet August 2019 ~ KaGaroet

1000 Anak Menggambar Sang Garuda



Antusiasme tampak terlihat dari raut wajah anak-anak TK dan PAUD dan  RA dari Lima Kecamatan  se Garut dalam acara Lomba Mewarnai Burung Garuda yang bertempat di halaman Pusat Konservasi Elang Kamojang,Garut. Acara ini digagas dalam rangka menumbuhkan kepeduliaan anak sejak dini terhadap kelestarian alam dan satwa,sekaligus dalam rangka memperingati HUT RI ke-74. Hasilnya, berbagai kreasi anak-anak  menggambar burung Garuda itu sungguh lucu dan menggemaskan.
Sebelum acara dimulai, lebih kurang 1500 anak TK dan PAUD itu,diberikan kesempatan untuk berkunjung ke kandang-kandang penangkaran elang terbesar di Indonesia ini. Sebagaimana kita tahu,Kawasan Kamojang Ecopark, memiliki sebuah area penangkaran berbagai jenis elang langka yang  salah satunya adalah Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi). Pusat Konservasi Elang Kamojang dibiaya penuh oleh Pertamina,dimana salah satu produksinya adalah PLTU Kamojang.
Menurut ketua panitia 1000 Anak Mewarnai Sang Garuda, Ari Maulana Karang, acara ini baru pertama kali diadakan di area konservasi yang dilindungi.Animonya ternyata cukup luar biasa, terbukti dari target 1000 anak, ternyata dihadiri lebih dari 1500 anak TK,PAUD dan RA se Garut.Acara ini juga dihadiri oleh Bunda PAUD Garut,ibu Dyah Kurniasih GUnawan,istri Bupati Garut Rudy Gunawan,untuk memberikan support dan semangat kepada anak-anak tersebut.
Tujuan dari acara ini adalah untuk mengenalkan apa itu konservasi dan bagaimana belajar mencintai lingkungan.
Burung Garuda, merupakan nama lain dari Elang Jawa, yang dilindungi dan nyaris punah. Selama ini anak-anak mengetahuinya sebagai lambang negara yang dilihat di dinding sekolah. Dengan melihat langsung ke area konservasi, mereka jadi tahu bagaimana sesungguhnya burung Garuda tersebut.
Tingginya minat peserta, diharapkan kegiatan ini menjadi event tahunan yang menghiasi agenda wisata Garut dimana Pertamina dapat menjadi sponsor utamanya.

Selama ini, masyarakat Garut sendiri belum semunya mengetahui kalo Garut memiliki kawasan konservasi elang .Oleh karena itu kegiatan ini sendiri selain memberikan edukasi kepada anak tentang pentingnya memelihara lingkungan, juga sebagai jembatan mempromosikan Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK).
Tampak anak-anak itu menikmati kegiatan tersebut,selain mengajarkan berimajinasi menggambar elang, mereka juga dijarkan bagaimana memelihara lingkungan salahsatunya dengan tidak membuang samapah sembarangan.
Pusat Konservasi Elang Kamojang memiliki koleksi 122 ekor elang dari 10 spesies elang, berasal dari wilayah Indonesia.Sejak 2015,PKEK sudah melepas lebih kurang 50 kali pelepasliaran elang ke alam bebas sesuai spesis dan habitatnya. Jika anda ke sana, akan mudah ditemui jenis elang bondol (Haliastur indus) dan elang ular (spilornis cheela). Adapun spesia paling banyak adalah elang brontok  sebanyak 40 ekor, elang bondol, elang paria,elang paria dan elang jawa.

Icip-Icip Sajian Kuliner Lokal Khas Garut di Hotel Santika Garut


Sejak dibukanya Hotel Santika Garut,  Agustus 2018, hotel yang tergabung dalam jaringan  Santika Hotels ini terus menujukkan performa yang cukup baik. Berbagai program dan promo terus dilaunching untuk memanjakann para tamu yang berwisata ke Garut. Dengan lokasi yang sangat strategis, yang merupakan jalur masuk kawasan resort Cipanas , hotel dengan jumlah kamar sebanyak 102 room, memiliki pemandangan indah langsung menghadap Gunung Guntur dan bentangan sawah nan hijau ranau membuat betah berlama-lama menikmati suasana kota yang terkenal dengan julukan Swiss Van Java ini Selain promo kamar dan  paket meeting juga gencar  melakukan  promo food & beverage yang mengangkat kearifan lokal Garut, berupa 2 D, yaitu Domba dan Dodol

Bagi anda yang bermalam di hotel ini, jangan melewatkan malam tanpa  mencicipi menu special 'Domba Korejat' . Ini merupakan menu dengan bahan dasar special domba muda dengan rempah asli Indonesia dengan rasa asam dengan pedas. Untuk menikmati satu porsi Domba Korejat ini, anda tak perlu merogoh kocek dalam, cuma Rp.90.000 Rasanya  yang 'nendang'membuat seakan anda dibangunkan secara tiba-tiba dari tidur (ngorejat-Sunda).Korejat dalam bahasa Sunda artinya 'terbangun dengan tiba-tiba. Rasanya yang asam pedas, inilah yang membuat  melek dan bangun tiba-tiba.
Domba Korejat

'Maka dari itulah, kami menamakan menu ini Domba Korejat," ungkap Chef Dian, selaku Executive Chef Hotel Santika Garut. Dian, panggilan, akrabnya merupakan chef yang tergolong masih muda,  namun berbagai pengalaman profesional bekerja di jaringan hotel lokal dan independen,ditambah sikap rasa ingin tau dan mau terus belajar, ramah, energic, beliau akhirnya dipercaya untuk menjadi Executive Chef di jaringan hotel bergengsi ini.Sebuah pencapaian yang patut dicontoh oleh para praktisi kuliner yang ingin terus mengibarkan karirnya di industri perhotelan, khususnya Food & Beverage.
Domba Korejat, bukan satu-satunya menu andalan hotel ini, masih ada lagi sajian  lainnya seperti 'Seared Norwegian With Orange Garut Sauce' yaitu sajian Ikan Salmon yang dikombinasi dengan sauce jeruk asli Garut.
Sajian ini dibandrol sekitar Rp. 150.000/porsi. Pasalnya, ikan Norwegian Salmon, merupakan bukan ikan lokal,sehingga bahannya pun cukup sulit didapat.  Selain itu ada menu Chcken Katsu Sambal Goang, yang promonya akan tayang bulan September ini.
Seared NOrwegian With Orange  Garut Sc

Menutup hidangan weight anda, anda bisa mencoba lumernya'Opera Cake', sajian cake lembut dengan aroma kopi.Hmm, kebayang aromanya yang fresh  ya.?Namun, jika Opera Cake dirasa terlalu'mainstream' bagi pecinta kuliner, anda wajib menutup hidangan dengan menu dessert dengan bahan dasar dodol. Atas kreasi Chef Dian , beliau berhasil menciptakan menu dengan nama''Goyobod Delight
Goyobod Delight

Bahan dasar hunkue dipadankan dengan dodol sebagai layer nya, menjadi sesuatu hidangan penutup yang special. Goyobod sendiri merupakan anekan sajian minuman segar khas Garut yang melegenda.Menurut Chef Dian, beliau sengaja ingin mengangkat kearifan lokal khas Garut agar bisa 'naik kelas' dan semakin dikenal oleh masyarakat luas,terutama para pecinta kuliner.  Amiin, semoga ya, Chef!'(KI)

Refresh Training Tiket.com Bersama Hoteliers Garut


Pertumbuhan minat wisata Garut, semakin hari cukup signifikan terbukti dengan bertumbuhnya industri hotel di Garut yang merupakan bagian dari penyokong industri pariwisata. Pada medio tahun 2018 saja sudah bertambah 3 hotel baru yang ikut meramaikan pasar hunian hotel di Garut yang selama ini didominasi oleh type hotel resort dengan konsep bungalow. Apalagi,sejak semakin gencarnya rencana  pembangunan  jalan tol Cileunyi  Garut Tasikmalaya (Cigatas) yang konon diprediksi akan mempunyai akses melintas kota Garut. Hal ini tentunya mendorong kepercayaan masyarakat dan wisatawan untuk terus berkunjung ke kota Garut. Akibatnya secara tidak langsung akan memberikan pengaruh kepada pola permintaan pasar hunian hotel di Garut.
Untuk mendorong tingkat hunian hotel-hotel di Garut,tentunya tidak bisa terus mengandalkan pola-pola strategy lama dengan sistem 'offline',akan tetapi juga dengan 'online'strategy  yang saat ini sudah bukan lagi menjadi sesuatu hal 'tabu' bagi industri wisata di manapun, baik itu hotel,resto,cafe dan destinasi wisata lainnya. Hal ini terjadi karena pola perilaku customer (customers behavior) berubah sangat cepat seiring berkembangnya teknologi informasi dan media digital lainnya.
Perubahan perilaku pasar tersebut harus diakomodir oleh para praktisi wisata,hotelier dan pengambil kebijakan bertindak cepat dan mampu menyesuaikan dengan hukum 'pasar'yang ada. Penetapan harga kamar yang selama ini  dibuat 'flat' dan tabu untuk dirubah, sudah selayaknya ditinjau kembali menyesuaikan dengan 'hukum pasar' yaitu supply-demand.
Pola permintaan harga yang dinamis ini lah yang selama ini  diadopsi oleh para pelaku  Online Travel Agent, seperti Tiket.Com. Dynamic rate merupakan pola penetapan harga kamar sebagai dasar dari Revenue Management. Staff hotel dalam hal ini Front Office & E-Commerce,mampu memahami bagaimana menjual kamar yang tepat,dengan harga tepat, pada waktu yang tepat dan pada segment yang tepat. Untuk terus memberikan pemahaman tersebut, maka para pebisnis OTA,seperti Tiket.com, mengadakan gathering dan refresh training kepada para staff hotel yang terhimpun dalam Front Office & E Commerce Garut. Acara yang digagas oleh Tiket.com ini sebagai bentuk sinergitas antara hotel dan OTA. Hotel dan OTA, dewasa ini sudah menjadi sebuah mitra kerja yang saling membutuhkan. Online Travel Agent dengan kekuatan 'optimasi search engine, fitur dan menu serta sistem booking hotel yang lengkap membutuhkan 'marketnya' berupa kamar-kamar hotel. Sedangkan,pihak hotel dibantu dengan pola penananan reservasi yang cepat dan media promosi yang cukup kuat.Namun demikian, masih banyak praktisi dan staff front liner dan e-commerce yang belum memahami sepenuhnya teknis penanganan sistem dan fitur OTA yang benar.
Menurut  Andrian Riyadhi selaku Market Manager Tiket.com, bahwa menangani sistem booking pada platform OTA,tidak hanya persoalan buka tutup 'allotment',akan tetapi adalah persoalan bagaiaman mampu mengolah fluktuasi harga dan promosi sesuai trend dan permintaan dan penawaran yang pas. Inilah sebenarnya yang harus dikuasai oleh para staff e commerce hotel. Jika keterampilan ini sudah baik, maka ini adalah modal bagaimana memahami 'revenue management'hotel secara keseluruhan . Untuk itu Tiket com, sebagai mitra hotel akan terus memberikan penyegaran  dalam bentuk gathering untuk mitra hotel di Garut yang semakin diperhitungkan, "demikian ungkapnya pada gathering mitra hotel Garut,  2019 di area Swiss  Van Java ,Rabu 28 Agustus 2019.Semoga semakin memberikan pemahaman tentang stratey penjualan via OTA dan kekompakan sesama hoteliers Garut

Viral! Bupati Garut' Bersitegang' Dengan Kepala BJB dan PLN Garut!

Bupati Garut, bapak Rudy Gunawan, 'bersitegang' dengan kepala BJB Garut dan kepala PLN Garut juga GM Ramayana, di halaman Mall Garut, kemarin Minggu 25 Agustus  2019. Pasalnya, dia harus mempertaruhkan keterampilannya dalam rangka mengolah sajian kuliner. Namun demikian beliau sangat menikmati dan antusias mengikuti 'battle 'tersebut. Keseruan tersebut  cuma ada dalam 'Cooking Batlle' dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74  sekaligus dalam rangka  Ulang Tahun BPC ICA (Indonesia Chef Association) Kabupaten Garut yang semakin kompak dan sinergis.
Selain itu ada beberapa kategori event yang dilombakan adalah

Lomba Tumpeng PKK Garut dan Umum
Lomba  Appetizer SMK & Perguruan Tinggi
Demo Cooking Steak Domba dan Domba Geprek
Demo Cooking Chef Celeb
Demo Fruit Carving 
Demo Mie TarikLamian



Untuk Lomba Set Menu HOREKA  , kategori ini dimenangkan oleh Hotel Santika Garut sedangkan Lomba Dessert dimernangkan oleh SMK Al Halim,Copong. Adapun beberapa hotel dan resto yang ada di Garut,sangat antusias mengikuti event ini,dalam rangka meningkatkan sinergitas dan kekompakan antar pelaku kuliner yang ada di Garut yang kian kini semakin diperhitungkan . Diantara beberapa hotel dan resto Garut yang ikut, Hotel Santika,Hotel Harmoni, Cahaya Villa,Sumber Alam Resort, Sabda Alam,Kamojang Green Hotel,Pujasega dan Kampung Muara Sunda.


Acara ini dihadiri oleh Bapak Bupati Garutm Rudy Gunawan yang sekaliagus membuka dan menutup acara dengan memberikan beberapa piala tetap bagi pemenang lomba. Beliau sangat antusias,dengan datang lebih awal ,sekitar pukul 8 dan ikut juga dalam seasion cooking battle. Hal ini semakin membuat acara semakin seru . Untuk penilaian lomba tumpeng ibu PKK dan umum,yang diikuti beberapa dinas,juga menyita perhatian publik, para pengunjung dapat mencicipi hasil sajian kreasi tersebut.Sedangkan untuk penilaian tersebut,tentu dilakukan oleh para juri dari BPC ICA  Garut. Acara berlangsung lancar dan sukses hingga akhir, dan memberikan kesan yang positif bagi perkembangan kuliner Garut.
Menurt Hadi Hamdhany,selaku ketua Panitia,kegiatan semacam ini  diaharapkan menjadi sebuah event Tahunan BPC ICA Garut dalam rangka menggugah masyarakat Garut untuk dapat meningkatkan apresiasinya terhadapa kuliner khas Garut dan Kearifan Lokal Kuliner Garut,terlebih untuk hasil kreasi para chef Garut.

Membangun Indonesia Maju ,Dimulai Dari Lingkungan Yang Unggul

Ade Koswara (Ketua RW 15,Cijati Asri)

Keceriaan dalam rangka menyambut UlangTahun Kemerdekaan RI yang ke-74 juga mewarnai seluruh warga kompleks Cijati Asri ,Kelurahan Jayawaras,Kecamatan Tarogong Kidul,Garut. Berbagai perlombaan memeriahkan kemerdekaan digelar di sekitar jalan protokol kompleks,yang memiliki 4 RT dan 255 Kepala Keluarga ini.Kegiatan ini hampir memang tiap taun digelar,seperti halnya di tempat lain, yang digagas oleh para pemuda-pemudi Karang Taruna setempat.

Dari pantauan KaGaroet.com,  Komplek Perumahan Cijati Asri merupakan salah satu dari sekian banyak komplek perumahaan di Garut yang memiliki tingkat kerukunan dan kekompakan yang luar biasa. Kegiatan keagamaan yang mencakup shalat berjamaah,pengajian Jumat malam, shalat Jumat, Pengajian Ahad Akbar, dan kegiatan lainnya yang berpusat di Mesjid Darul Muttaqin ,Cijati Asri selalu dipenuhi oleh jamaah. Mesjid ini lebih makmur dan menjadi sumber keberkahan yang memiliki peranan penting dalam membangun  karakter umat. 
Hal yang patut diapresiasi dan terus ditingkatkan adalah animo warga tentang kesadaran shalat Subuh berjamaah,semakin meningkat. Jumlah shaf shalat di Mesjid Darul Muttaqin-menurut catatan penulis-lebih banyak dibandingkan dengan jumlah shaf di beberapa mesjid lainnya di Garut.Teringat oleh sebuah petuah bijak seorang ulama,jika ingin melihat kebaikan dari sebuah kaum, lihatlah shalat subuhnya. Dan ini telah dibuktikan oleh jamaah Perumahan Cijati Asri, Tarogong Kidul Garut
Suasana Sholat Idul Adha di Lingkungan RW

Pada akhirnya, kebersamaan ini mendorong semangat dan kekompakan dalam kegiatan sosial lainnya yang sering diadakan baik,olahraga, kerjabakti, posyandu,dan pelayanan kesehatan lainnya. Disisi lain, kesadaran untuk menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan perumahan terus meningkat.
Ada hal yang perlu dijadikan contoh oleh warga perumahan lainnya, bahwa Perumahaan Cijati Asri, meskipun dari status sosial ekonomi warganya berbeda-beda,dari mulai wiraswasta, pegawai swasta, guru,dosen,ASN,anggota Dewan,anggota TNI & Polri, namun tampak selalu hidup rukun dan saling menghargai satu-sama lainnya. Perbedaan dalam pemahaman beragama dan  aspirasi politik,yang beberapa bulan ke belakang cukup menyedot perhatian,  mampu dieliminir karena  kesadaran,kedewasaan dan cara pandang yang elegant oleh seluruh warga sehingga situasi lingkungan tetap berjalan aman dan damai.
Menurut ketua RW 15,Perumahan Cijati Asri Bapak Ade Koswara,sebagai ketua RW yang baru beberapa bulan mengemban amanah,dirinya merasa bangga dan bahagia melihat kondisi kerukunan dan kebersamaan yang terjalin dilingkungannya. Beliau, berusaha untuk terus memberikan pelayanan yang baik bagi pengembangan di lingkungannya. Beberapa agenda pembangunan untuk menambah fasilitas umum dalam lingkungan perumahan sedang dipersiapkan.Semoga ke depannya ‘indeks kebahagiaan’warga Perumahan Cijati Asri semakin meningkat dan menjadi contoh bagi lingkungan masyarakat lainnya,”demikian ungkapnya . Dirinya berharap agar seluruh warga bersama-sama ikut mendorong semua langkah untuk membangun lingkungan yang kondusif,aman,nyaman dan bahagia.

Inilah sebenarnya contoh kongkrit bagaimana membangun sumber daya manusia unggul untuk Indonesia yang lebih maju, yang merupakan tema Hari Kemerdekaan Indonesia Ke 74. Membangun SDM yang unggul harus dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat dahulu,seperti keluarga,tetangga, lingkungan RT dan RW  sampai kepada masyarakat yang lebih luas.Semoga makna Hari Kemerdekaan Indonesia ke -74 ini, menjadi moment penting untuk membangun tujuan tersebut.


Belajar 'Ngocoblak ' Bareng Para Jawaranya MC Garut

Pesatnya industri kreatif dan perhelatan di Garut semakin hari menunjukan sebuah perkembangan yang signifikan.Hal ini ditunjang dengan perkembangan arus teknologi informasi yang merubah cara pandang masyarakat yang ke arah yang lebih kritis dan praktis. Tuntutan kebutuhan akan sumber daya manusia dalam industry kreatif dan event di Garut,terutama untuk seorang Master of Ceremony,ternyata menjadi sebuah hal yang cukup menarik dan potensial untuk terus dikembangan. Masyarakat semakin 'open mind' dalam memahami bagaimana jika sebuah event atau perhelatan bisa diselenggarakan dengan baik jika tidak di 'guide' oleh seorang MC yang baik,mampu mencairkan suasana dan yang lebih penting mampu menyampaikan tujuan kepada audiens tentang  event yang diselenggarakannya tersebut.
Dalam pada itu, ada sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Garut,bahwa ternyata Garut memiliki segudang  jawara 'cuap-cuap' dan'ngocoblak' yang  sangat potensial dan bertalenta. Mereka menamakannya Komunitas MC Garut yang kini memasuki umur yang ke-2 tahun.  Ada, hal yang menarik dari komunitas ini, bahwa mereka adalah kumpulan Master of Ceremony yang terlahir dari latar belakang dan pakem yang berbeda-beda. Sebut saja, ada spesialis MC Wedding berlatar  Tradisi Sunda &Islami, ada MC Wedding berlatarbelakang moderat,MC Event, MC Protokoler, MC dengan background  Penyiar Radio dan lain-lain.Tentunya dengan berbagai latar belakang tersebut memiliki gaya,cara sampai pemilihan 'diksi' yang berbeda beda. Namun demikian mereka adalah tetap merupakan sekelompok pekerja kreatif dengan basic "Public Speaking' yang akan menentukan sukses tidaknya sebuah acara.
Kini memasuki usianya yang ke-2,Bertempat di Zabir Coffee and Friends,Jumat 2 Agustus 2019,komunitas MC Garut semakin menujukkan eksistensi dan kekompakannya dengan menyelenggarakan syukuran ultahnya dengan tema' Talk About Xperience'. Acara ini dikemas dalam bentuk talkshow,workshop, music performance  dan doorprize,merupakan moment tepat untuk berbagi . 
Berbagai  MC 'hits dan kondang' Garut dari lintas generasi dan latarbelakang,saling berbagi keseruan pengalaman dan tips terutama bagi pemula dan siapa saja yang akan terjun di industri ini. Acara ini sangat positif dalam menumbuhkan minat dan bakat millenial yang hendak terjun menjadi MC namun minim pengetahun dan pengalaman. Pepatah 'Pengalaman adalah Guru Terbaik' nyatanya memang masih tetap menjadi sesuai yang diyakini oleh profesi apapun,termasuk oleh seorang Master of Ceremony. Pengalaman lucu,pahit, jam terbang ,keinginan untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas ilmu dan keterampilan formal adalah menjadi kunci sebuah kesuksesan  bagaimana akhirnya menjadi seorang Pemandu Acara yang baik dan dipercaya masyarakat.
Dalam pandangan keilmuan, kemampuan atau kompetensi adalah sekumpulan variable Pengetahuan, Keterampilan  dan Sikap, namun dari ketiga variable tersebut,yang terpenting adalah Sikap dan nilai-nilai profesionalisme. Inilah merupakan kunci sebuah kesuksesan dalam menjalankan profesi ini. Memperkaya referensi dan literasi  adalah penting  namun tetaplah menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain,   teruslah menggali potensi diri yang tersembunyi. Maju terus komunitas MC Garut,tetap jaya dan kompak !
Last but not least,bagi masyarakat Garut dan sekitarnya yang hendak memerlukan jasa profesi pemandu acara atau MC baik wedding, event,atau tema lainnya, ga usah jauh-jauh nyari ke tempat lain  ya..di Garut juga banyak ko, yang kondang and hitz....Okay? (KI)