Bonita Lestari; Dari Sebuah Hoby,Menjadi Bisnis Yang Terus Berkembang


Bersama Bupati Garut dalam Acara Kuliner
Pepatah bijak mengatakan"Jangan nyaman di zona aman' kiranya memang tepat bagi seorang pekerja yang memiliki visi jauh ke depan. Hal ini terjadi pada sosok seorang dibalik suksesnya bisnis supplier kambing guling dan kebutuhan hotel-hotel di Garut dan sekitarnya,yaitu Jajang Riadi. 
Pria asli Garut,kelahiran tahun 1977 ini  kini namanya semakin diperhitungkan dalam kancah kuliner Garut bahkan nasional, dengan kekhasan produk kuliner berupa Kambing Guling. Berbagai penghargaan baik lokal maupun nasional diraihnya seperti loba tumpeng dan kambing guling yang memiliki cita rasa berbeda. Kekuatan cita rasa kambing gulingnya memang berbeda baik dari tekstur,warna dan aroma kambingnya. Latar belakang sebagai seorang Chef, di sebuah resort hotel ternama di Garut 12 taun lalu menjadi modal untuk mengembangkan skill nya dalam mengolah kuliner berbahan kambing atau domba. Salah satu gagasan kuliner yang menjadi ikon Garut,adalah liwet domba,terlahir dari ide nya yang cemerlang.



Dalam perjalanan karirnya, ayah dari 3 anak ini memang cukup dapat menjadikan inspirasi bagi generasi atau pekerja yang ingin memulai belajar  bisnis. Menurut Jajang Riadi,atau rekan-rekan sejawatnya di ICA (Indonesia Chef Association) memanggilnya Jajang Bonita, dirinya pada awal memutuskan keluar menjadi pekerja hotel (chef),memang seolah-olah tidak memiliki modal sepeserpun. Baginya, modal nekad dan keyakinan dengan 'bismillah', mengantarkan hingga menjadi wirausahawan supplier groseries dan pultry ternama di Garut.Di kalangan para pelaku kuliner dan hotel di Garut dan sekitarnya, nama Bonita Lestari adalah ikon supplier yang menempel pada sosok lelaki penyuka hewan ini. Hoby memelihara hewan dan keahlian dalam mengolah masakan menjadi sebuah inspirasi dalam meniti bisnisnya dalam bidang kuliner.
Bermodal keyakinan dan sedikit tabungan hasil berkerja di hotel dan sempat berlayar, dirinya memberanikan diri untuk menyewa sebuah bangunn di daerah Cimaragas,Garut, Dari sinilah cikal bakal bisnisnya yang kini semakin berkembang. Selain bisnis supplier hotel, kambing guling, catering, akikah, sewa alat pesta kini merambah ke industry kuliner berupa resto dengan menu andalannya kambing guling.
Chef Jajang bersama pesanan kambing guling yang siap diolah

Jiwa wirausahanya memang sudah mucul dari sejak duduk di bangku sekolah dasar.Menurutnya,dari sejak SD,beliau sudah belajar jualan keliling,Gigih,ulet dan berusaha untuk meraih keberkahan kiranya menjadi kunci kesuksesan yang dapat ditiru oleh rekan-rekan lainnya yang kini justruy masih nyaman menjadi pekerja di berbagai hotel.
'Pelanggan Puas & Ketagihan' adalah menjadi sesuatu kebanggan dalam setiap perjalanan bisnisnya. Oleh karena itu kualitas bahan makanan,samapi proses pengolahan beliau sering kali terjun langsung menanganinya. Untuk setiap orderan Kambing Guling,beliau sering langsung terjun dari mulai proses pemilihan kambing, menyembelih bahkan menguliti hinga proses pembakaran. Karena itulah,dia sangat faham dengan kualitas kambing yang baik dan tektur daging yang cocok untuk disajikan.
Atas dasar dedikasi ,fokus,sabar dan ulet kini dibawah bendera PD Lestari Bonita, asset berupa tanah,bangunan,kendaraan yang menunjang operasional bisnisnya semakin berkembang.
Ketika ditanya apa prestasi yang membanggakannya, adalah ketika lolos dalam uji medis untuk 2000 nasi box kunjungan Presiden Jokowi pertama di Garut dan lolos uji catering pada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Darul Arqam tahun 2017.Sudah barang tentu untuk prestasi kuliner tingkat daerah,beliau banyak menyabet berbagai penghargaan dan sertifikat berbasis kuliner.
Kini, menatap tahun 2020,dia telah merencanakan sebuah bisnis yang lebih terstruktur dan mememerlukan pengelolaan lebih baik. Perluasan usaha dengan membuka Dapur Bonita tengah disiapkan.Menurut suami dari Lulu Lestari ini, target usahanya tidaklah muluk-muluk, dia hanya ingin usahanya sukses dan bahagia dan sejahtera sampai turun temurun. Di akhir perbincangan penulis beliau  tak lupa berpesan, agar setiap usaha yang dilakukan itu ditargetkan sukses dan bahagia. "Apa artinya sukses jika tidak bahagia?"sambungnya. Kamipun menutup perbincangan hangat dengan menyeruput secangkir kopi khas Garut yang nikmat.




0 comments:

Post a Comment