Showing posts with label JEJAK. Show all posts
Showing posts with label JEJAK. Show all posts

Mengenang Jejak'Si Gombar' Legenda Lokomotif Garut -Cikajang

Photo sumber"id.wikipedia
Reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Cikajang via Garut sepertinya bukan lagi menjadi wacana, tapi sudah mulai direalisasikan. Pembongkaran bangunan di sekitar bantaran rel baik di daerah Cibatu maupun Garut  sudah mulai dilakukan di awal bulan Ramadhan ini.
Berbicara tentang perkeretaapian,moda transportasi kereta api di Garut mempunyai sejarah yang panjang. Kehadirannya tidak bisa dilepaskan dari sejarah pembangunan perkeretaapian nasional yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda tempo dulu. Untuk mempermudah jalur distribusi hasil pertanian,pertambangan dan hasil bumi lainnya sebagai hasil dari sistem tanam paksa, maka dibangunlah jalur kereta api oleh Staatsspoorwegen (SS) yang merupakan perusahaan kereta api milik hindia Belanda. Termasuk dalam hal ini jalur kereta api Cibatu-Garut Cikajang sejauh kurang lebih 47,5 KM. 

Awal mula dibangun jalur kereta api ini adalah untuk kepentingan angkutan hasil perkebunan teh di sekitar Cikajang sesuai target pemerintah Hindia Belanda saat itu, untuk mempersatukan Tatar Sunda dengan transportasi kereta api. Namun jalur-jalur kereta api SS, di tatar priangan dianggapnya sangat mahal,pasalnya jalur rel di tatar Sunda terutama Jalur Cibatu-Cikajang hampir 100 persen adalah kontur pegunungan yang terjal dan ekstrem. Namun demikian,pemerintah Hindia Belanda,berhasil membangun jalur kereta api ini dalam dua tahap Tahap pertama jalur Cibatu-Garut menempuh jarak kurang lebih 19,2 KM. Pembukaan ini satu paket dengan proyek pembangunan jalur Bandung-Cibatu yang diresmikan 14 Agustus 1889.Selanjutnya dilakukan perpanjangan jalur Cibatu-Garut Cikajang di mana jalur ekstrem terjadi menuju Cikajang dengan ketinggian + 1246mdpl. Jalur Garut-Cikajang sendiri ditempuh sekitar 28,3 KM.Alhasil, karena jalur ini dikatakan cukup menantang,maka hanya dapat dilalui oleh jenis lokomotif  uap mallet besar seperti jenis  CC 50 dan DD52 dengan susunan gandar   2-8-8-0 ,artinya 2 roda besar di depan berpasangan yang dibeli oleh Stastsspoorwegen dari produsen Weekspoor. Lokomotif ini diperuntukan untuk angkutan barang  dan penumpang.Jalur Cibatu-Garut-Cikajang ini akhirnya diresmikan  tanggal 1 Agustus 1930.
Photo  :ruber.id

Tahun 1970an merupakan dekade kejayaan lokomotif ini di mana pemandangan lalu-lalang lokomotif mengangkut barang dan penumpang.Suara hatong uap yang melengking menjadi sebuah ikon yang terus dikenang oleh masyarakat sepanjang pesisir jalur. Ini sebuah hal yang dikagumi oleh masyarakat tempo itu,karena moda transportasi massal ini menjadi sebuah kebutuhan  yang diburu.
Ada sebuah julukan menarik oleh masyarakat terhadap lokomotif ini,yaitu dengan istilah'Si Gombar'. Sama halnya seperti pada julukan lokomotif lain 'Si Kuik' di daerah sepanjang jalur kereta Banjar-Cijulang.Entah kenapa muncul istilah  penamaan ini pada lokomotif ini. Usut punya usut,cerita dari para orang tua tempo dulu,nama si Gombar merupakan julukan bagi sosok si kuda besi yang tangguh menjajal pegunungan dengan tenaga kuat perkasa. Berbarengan zaman tersebut, di Amerika sedang lahir industri perfilman.Tahun 1911 salah satu tokoh yang dimunculkan adalah nama si Gombar yang merupakan tokoh jahat berbadan kuat dan bertenaga besar. Istilah ini yang adopsi oleh masyarakat Sunda tempo itu untuk menggambarkan sosok kuat,besar dan bertenaga termasuk julukan kepada lokomotif uap ini (kamus Sunda RA Danadibrata).
Saat menulis tentang ini, penulis seakan dibawa ke masa lalu,dimana penulis sendiri mengalami masa kejayaan kereta uap ini bernama si Kuik (hatong uap berbunyi'kuik-kuikan). Penulis adalah merupakan keturunan langsung seorang pensiunan masinis kereta api era uap dan diesel.Penulis masih dapat menggambarkan bagaimana gagahnya dan senangnya menikmati perjalanan Banjar-Pangandaran menggunakan lokomotif uap ini.Menjadi seorang masinis kereta api era Perusahaan Negara ,kemudian berubah menjadi Perusahaan Jawatan saat itu tidaklah mudah, harus melalui fase-demi fase perjalanan karir, dari tukang rem, juru langsir, stoker (penyetok bahan bakar),assistant masinis hingga masinis dilakukan dengan learning by doing berdasarkan  buku panduan  (handbook) yang lebih dari 77% berbahasa Belanda.
Akan halnya sejarah kereta api Cibatu-Cikajang, ini menjadi sebuah cerita sejarah masa lalu yang membangkitkan kenangan dan harapan bagi lahirnya kembali transportasi si kuda besi ini.
Mengenang jalur-jalur stasiun kecil yang dilalui si Gombar berikut ini adalah stasiun yang dulu sempat disinggahi 'Si Gombar'

Jalur Cibatu-Garut:

Cibatu (CB)+612M
Cikoang
Pasirjengkol  (PSJ)+674M
Citameng
Wanaraja (WNR)
Cinunuk
Tungilis
Cibolerang
Cimurah
Pasir Uncal 
Sukarame
Garut (GRT)+717M

Jalur Garut-Cikajang
Pamoyanan
Cireungit
Ciroyom
Kamojang (KMJ) +922M
Cloyod
Dangdeur
Bayongbong
Cipelah
Cisurupan (CSN)+1216M
Cisero
Cidatar
Patrol Girang
Cikajang (CKJ) +1246M
Semoga rencana reaktivasi perkeretaapian di Garut ini membawa dampak  positif  bagi pembangunan perkotaan dan hubungan antara wilayah serta untuk mendorong pariwisata Garut sebagai kota destinasi wisata.

Menyerah Hanya Ada Pada Kamus Orang Yang Kalah




Saat menyambangi lobby hotel,suasana terasa sejuk dan nyaman. Tampak para petugas Front Office tengah sibuk melayani para tamu yang sedang registrasi dan transaksi.  Sementara  dari balik ujung lobby hotel sebelah luar  tampak siluet eksotis nya Gunung Guntur seakan memberikan simbol , inilah bumi Parahyangan yang sejati.
Sebagai kota wisata,Garut saat ini memang sedang mengalami trend positif. Tingkat kepercayaan public terhadap industry wisata kota  dodol dan coklat ini yang cukup positif. Meski sempat diguncang isyu tak sedap mengenai  ekonomi biaya tinggi destinasi wisata beberapa tahun lalu,kini  isu tersebut semakin hilang seiring dengan sinergitas para pelaku wisata dan stakeholder dalam membangun kembali iklim usaha pada industri pariwisata Garut.Tingkat hunian hotel di hari biasa atau weekdays masih cukup signifikan di banding dengan obyek  destinasi wisata  lainnya. Munculnya hotel baru di wilayah Cipanas Garut menjadi salah satu indikator positif bagi  investor dalam mengambil ceruk kue industry ini.
 Sebagai seorang General Manager Hotel yang baru berusia sekitar 10 bulan,ada sebuah optimisme jika Garut akan menjadi destinasi wisata yang memang primadona,khususnya di Priangan Timur, demikian harapan Ageng Sutadiredja,General Manager Hotel Harmoni Garut ketika kami menemuinya dalam sebuah perbincangan ringan di ruang kerjanya. Santai,rileks dan ramah adalah sikap yang tampak dipancarkan oleh pria asal kota tahu Sumedang ini.
Bagi beliau, menjadi seorang GM di hotel yang tergolong baru memang lebih sedikit sulit dibanding yang sudah berjalan lama. Berbagai target masalah internal yang menyangkut operasional hotel,memahami keinginan dan harapan owner serta menyelesaikan masalah eksternal perusahaan yang timbul   akan menjadi pekerjaan berat jika saya tidak mencintai dunia kerja ini,demikian ungkapnya. Semua harus dijalani dengan ketekunan dan kesabaran. Dan prinsipnya adalah akan selalu ada hikmah dibalik semua permasalahan untuk membuat kita semakin memahami kehidupan.
Pria yang hobby travelling ini,memang sudah tidak asing lagi dengan dunia yang kini membesarkan namanya di puncak karir dunia perhotelan. Karir hotelier nya dimulai sejak beliau bergabung menjadi Staff Front Office & Marketing di Yasmin Hotels Group, Puncak  tahun 1999. Setelah itu  berturut-turut mencoba berbagai kesempatan pada posisi dan hotel yang berbeda di beberapa daerah. Beliau pernah bergabung sebagai Front Office Manager di jaringan hotel Best Western,  Kagum Group dan Soll Marina Hotels Group.
Sudah menjadi hal umum di kalangan staff industry perhotelan jika seolah-olah pola mereka seperti kutu loncat,pindah sana dan pindah sini. ‘Kenapa sih ga enjoy aja di satu tempat? Tentu tidak,’kata beliau. Setiap orang yang komitmen dalam satu dunia akan mencoba  untuk terus menaiki puncak tangga kehidupan karirnya. Ini sebagai jenjang untuk memperoleh portofolio karir di kemudian hari,dan saat ini terbukti oleh nya tatkala didapuk untuk menjadi nakhoda di hotel dengan jumlah kamar sebanyak 102 unit ini.
Bagi pria penyuka tanaman anggrek ini, menjalankan karir di dunia perhotelan adalah sudah menjadi passionnya. Karakter dasarnya yang memang senang bergaul,ramah dan senang mencoba hal-hal baru sangat cocok dengan dunia ini. Berpindah kerja dari satu hotel ke hotel lainnya adalah menjadi sebuah tantangan dan investasi dalam mengembangkan potensi dan mengasah kemampuan. Karena setiap hotel dan setiap daerah di mana dia pernah bekerja, selalu menemukan berbagai perbedaan baik habit maupun culture yang dapat diserap untuk dijadikan ilmu dan bekal dalam mengambil setiap keputusan.
Terbukti  dia pernah dipercaya sebagai Resort Manager di Finna Golf & Resort Pasuruan selama 4 tahun .Dari kota Pasuruan beliau harus pindah ke kota bakpia,Semarang demi sebuah amanah untuk mengendalikan hotel dengan posisi sebagai Room Manager pada Gets Hotel Group Semarang.
Meskipun sering berpindah-pindah tempat, pria kelahiran Sumedang bulan April 1976 ini tetap mengedepankan keluarga sebagai prioritas hidupnya. Posisi  General Manager yang dijabatnya saat ini adalah merupakan puncak karir di industry  hospitality selama ini. Semua ini tidak lepas dari  doa, kesabaran,focus ,dan dorongan seorang istri tercinta yang  kini berdinas di Pemda Kabupaten Subang serta  spirit dari sang  buah hati pernikahannnya yang kini berusia 11 tahun

Winners never Quit and quitters never win’

Kiranya motto di atas adalah kunci panduan hidupnya dalam menjalani jenjang karirnya selama kurang lebih 20 tahun. Menyerah dan pasrah   hanya ada pada kamus orang-orang yang kalah sebelum berkompetisi sedangkan seorang pemenang tidak akan pernah berhenti untuk mencoba dan bangkit dari kegagalan. Kegagalan adalah merupakan keberhasilan yang tertunda.
Aroma kopi Garut yang khas seakan menjadi isyarat jika kami harus segera pamit, seruput terakhir menjadi perpisahan kami di pagi itu. Semoga perjalanan karir dan nilai-nilai positifnya menjadi motivasi bagi semua karyawan bapak.Sukses terus Pak GM!



Menapak Jejak Curug Sanghyang Taraje



Garut terutama di daerah selatan atau pakidulan memang memiliki kekayaan destinasi wisata yang luar biasa. Berbagai sumber mencatat jika terdapat ratusan curug atau air terjun yang indah dan memiliki potensi nilai wisata yang baik dan sangat instagramable. Pada kesempatan liburan kali ini , admin KaGaroet mencoba menelusuri jejak wisata Curug Sanghyang Taraje. Letak curug ini berada di Kampung Kombongan,Desa Pakenjeng,Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut.Dapat ditempuh kurang lebih sekitar 50 KM  atau 1-2 jam perjalanan ke arah selatan Garut.
Menilik nama curug ini serasa memiliki muatan mistis dan historiografis yang mendalam 'Sanghyang Taraje. Dalam bahasa Sunda Taraje artinya tangga,yang biasa terbuat dari bambu. Sedangkan 'Sanghyang' artinya para dewa.Konon menurut legenda, curug ini merupakan tangga para dewa menuju kahyangan. Dan di sini pula letak di mana Sangkuriang, singgah untuk memetik bintang demi Dayang Sumbi. Ah, legenda adalah legenda, Wallahu A'lam.Yang pasti curug atau air terjun merupakan anugrah Tuhan melalui proses perubahan alam yang berlangsung cukup  lama.Keindahan ini kini dinikmati sebagai obyek destinasi wisata yang murah meriah terutama yang sering wisata petualangan.
Kurang lebih jam 9 pagi, admin ditemani keluarga kecil tercinta,berangkat dari Garut kota. Oh ya,saran yang lebih baik untuk berangkat ke''tkp' adalah menggunakan sepeda motor saja karena akses menuju ke sini sangat curam dan terjal .Jadi pertimbangkan keselamatan saja ,selain itu dengan menggunakan sepeda motor anda akan lebih bebas menikmati pemandangan perkebunan sayuran,teh,kopi dan sebagainya di sepanjang akses jalan.
Dari arah Garut ada dua pilihan jalan menuju Cisurupan, bisa melewati Jl Raya Bayongbong via Sanding atau jalan raya Samarang via Hampor yang nanti akan bertemu di daerah pertigaan arah Cisurupan,dekat gerbang menuju wisata Papandayan.Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menujuaarah Cikajang. Pada saat memasuki pertigaan Simpang Cikajang, anda harus mengambil arah kanan ya,menuju arah Bungbulang.Ingat! jangan ambil jalur kiri, kalo ga mau nyasar sampe Pameungpeuk..hee.
Jalur menuju Bungbulang jalanan mulus,namun berkelok dan cukup ekstrim.Namun,suasana perkebunan hijau,sesekali diselimuti kabut menambah suasana idingin dan menyenangkan. Dari jalur ini anda juga akan melalui lokasi Curug Orok di desa Cikandang. Selanjutnya dari sini ke lokasi ditempuh kurang lebih 15 Km.Dari Cikandang anda menuju titik point Desa Cisandaan,selanjutnya ambil arah kanan menuju desa Pakenjeng,Kecamatan Pamulihan. Sekali lagi,hati-hati melalui jalur ini karena jalanan muali berkelok dan curam meskipun intensitas  kendaraan tidak terlalu padat.
Kurang lebih 20 menit dari arah kantor kepala desa Pakenjeng anda mengambil jalur kiri/lurus langsung menuju lokasi Curug Sanghyang Taraje.
Sampai di lokasi, anda akan menemukan Warung pinggir tebing yang sekaligus sebagi penjaga tiket Curug. Namanya bu Eja, yang sudah faham betul lokasi tersebut.Harga tiket cuma Rp.5000 rupiah hari biasa, parkir Rp.2000, Biar aman dan nyaman,titipkan juga helm kendaraan anda di sini.
Dari depan lokasi tiket menuju curug ditempuh dengan menapaki tangga yang sudah ditembok..tidak terlalu jauh ,hanya kurang lebih 300 meter, pemandangan curug dan suara air terjun sudah tampak.
Di lokasi sekitar curug tampak cukup nyaman,karena sudah ada fasilitas saung,tempat duduk,ayunan dan WC. Di sini juga anda dapat menikmati bekal kuliner yang sudah dipersiapkan atau membelinya di warung Bu Eja.
Curug Sanghyang Taraje memiliki ketinggian sekitar 300 meter,disekitar tebing terdapat hutan-hutan dan tumbuhan heterogen yang usianya cukup tua. Suasana yang asri dan sejuk menjadikan lokasi Curug Sanghyang Taraje menjadi obyek destinasi wisata yang mulai dikunjung oleh wisatawan dan berbagai lokasi bahkan ,kata Bu Eja,penjaga tiket dan warung,ada juga wisatawan dari Pangandaran  sengaja datang ke Curug Sanghyang Taraje ini. Dengan potensi dan kekayaan curug yang banyak di kabupaten Garut ini,hendaknya pemerintah daerah sudah mulai menata akses menuju lokasi wisata juga melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar destinasi wisata agar wisata Garut benar-benar  menjadi pilot pembangunan daerah.


Menguak Fakta dan Mitos Gunung 'Piramida' Sadahurip


Jika anda yang pernah berkunjung ke daerah kawah Talaga Bodas Garut, di sekitar lokasi tersebut anda akan melihat sebuah pemandangan unik layaknya sebuah piramida Mesir. Itulah gunung Sadahurip,yang berlokasi di Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut.
Gunung Sadahurip sudah lama menjadi buah bibir masyarakat dari komunitas ilmuwan maupun  para penggali misteri.
Dilihat dari bentuknya memang Gunung Sadahurip memiliki 4 sisi dan 4 sudut  dan ujung atasnya lancip menyerupai piramida mesir.Isu pun berkembang menyeruak terkait keberadaaan gunung ini, ada yang mengatakan memang ini merupakan piramida kuno dan lain sebagainya. 
Sumber-sumber mitos terkait gunung tersebut berseliweran di jagat maya .Masyarakat tradisi Indonesia memang senang mengaitkan hal-hal unik dan aneh dengan dunia kosmis. Konon keberadaan gunung sada hurip menyimpan energi aura tersendiri.Aura angker dan fenomena misteri konon tampak muncul dari atas puncak gunung Sadahurip berupa sinar menyerupai bola yang muncul setiap malam Selasa dan malam Jumat. Entah benar atau tidak fenomena ini adanya,namun selayaknya hal-hal mistis tidak menjadikan masyarakat mempercayai hal-hal aneh yang merusak keyakinan kita sebagai umat yang berketuhanan.
Beberapa ahli geologi dan peneliti telah melakukan riset terkait uji geolistrik di gunung Sadahurip,namun tidak ditemukan bukti ilmiah terkait piramida batuan di sini.Beberapa hasil fakta ilmiah antara lain yang dikemukakan oleh Sujatmiko,Sekjen Kelompok Riset Cekungan Bandung yang juga anggota IAGI.
1. Susunan Gunung Sadahurip dari bawah sampai puncak tipe batuan solid, jadi sangat sulit dikatakan ada piramida di dalam gunung itu.

2. Untuk membangun suatu piramida seperti Giza, dibutuhkan 200 ribu orang dalam waktu 20 tahun, dengan membawa blok-blok batu sebanyak 2,3 juta ton. Untuk Sadahurip itu impossible, bila bebatuan Sadahurip 6-7 ribu tahun sesuai uji karbon, saat itu Indonesia masih zaman menggunakan alat batu.

3. Setiap proyek raksasa yang dikerjakan meninggalkan jejak artefaktual atau sisa-sisa pengerjaan, di Sadahurip tidak ada jejak itu. Ada bekas bebatuan yang katanya mirip tulisan Mesir kuno, namun setelah diteliti itu silica yang terkena pelapukan.

4. Bebatuan besar yang ada di Sadahurip, yang katanya diangkut dari Gunung Rahong untuk pembuatan piramida bisa dipatahkan. Semua bisa dijelaskan dengan proses geologi. Bebatuan itu ada karena lava yang mengalir dan masuk ke gunung. Sadahurip merupakan gunung purba.

5. Pintu masuk ke piramida yang disebutkan ternyata hanya goa biasa. Dalamnya hanya beberapa meter dan tidak ditemukan indikasi adanya bebatuan yang dipahat manusia.



Terlepas dari argumentasi ilmiah dan mitos yang berkembang, Gunung Sadahurip kini menjadi obyek destinasi wisata baru karena keunikaannya. Apalagi letaknya berdekatan dengan obyek destinasi wisata kawah Talaga Bodas.


Sketsaterapi;Dari Penyandang Stroke Berakhir Menjadi Seniman Terkenal



Inilah Garut,kota kecil yang menyimpan sepenggal kejayaan masa lalu indah. Sejarah telah mencatat,  banyak tokoh-tokoh besar yang turut andil dalam mengharumkan nama bangsa,baik tokoh agama,militer,sastra ,seni dan budaya lahir dan besar di tanah indah ini. Garis waktu telah melahirkan kembali sketsa baru wajah seniman di kota dodol ini,salah satunya adalah seniman sketsa wajah Yana Supriatna (53 tahun) yang berasal dari Karangpawitan,Garut. 
Musibah tidak selamanya menghasilkan sebuah kepahitan dan kegetiran. Bagi sebagian orang yang rapuh akan nilai kesabaran,hal itu bisa saja terjadi. Namun tidak bagi sosok Yana Supriatna alias Destra Yana. Berawal dari sebuah musibah akibat kelumpuhan (hilang rasa) pada tangan dan kaki kanannya.. Kejadian ini berlangsung mulai tahun 2014, akibatnya dia merasakan jika tidak bisa melakukan aktifitas apa-apa untuk memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga. Ayah dari 4 putra dan 1 istri ini, mulai dihinggapi kejenuhan ,ketidakberdayaan serta ketidakbergunaan bagi keluarga,nyaris putus asa. Namun, satu titik kekuatan yang mendorong hanyalah kesabaran dan keyakinan jika musibah ini akan cepat berakhir.
Untuk mengusir kejenuhan dan mengisi kekosongan waktu dia mencoba mencorat -coret kertas dengan pensil. Entah apa yang tergambar dalam benaknya saat itu,apa yang akan digambar,sedangkan tangan kanannya lumpuh tak berdaya. Namun,benar adanya pepatah'ala bisa karena biasa' ,lambat laun tangannya mulai bisa menggores 1-2 cm garis lurus,garis lengkung,miring dan lingkaran. Pola-pola goresan tangannya ditarik dalam satu garis lurus. Lama-kelamaan timbulah ide untuk membuat pola sketsa wajah teman dan hasilnya diluar dugaan.Alhamdulillah ,energi yang dilepaskan untuk membuat goresan sketsa wajah telah menjadikan tangan kanannya yang lumpuh berfungsi kembali.Saraf-saraf tangannya mulai dapat digerakan melalui goresan sketsa .Tuhan Maha Kuasa atas diri orang yang sabar.
Sejak itu,ratusan sketsa wajah telah dibuatnya dengan hasil yang mirip dengan aslinya. Kang Yana,demikian panggilan akrabnya,seakan baru sadar jika aktifitas membuat sketsa wajah menjadi sebuah terapi mujarab bagi kesembuhan penyakitnya. Dari sini dia mulai punya ide untuk menamakan nama seni sketsa wajah nya sebagai skestaterapi.

''Setiap garis pada sketsaterapi adalah doa dan rasa syukur"

Kalimat itulah yang keluar dari mulut sang seniman sederhana yang pernah mengenyam profesi sebagai pengajar senibudaya di salah satu SMP dan SMK swasta di kota Garut ini.
Doa itu kini menjadi sebuah kenyataan yang terkabul. Penyakit lumpuh sebagiannya hilang sedangkan hasil sketsanya telah melahirkan ratusan karya yang tak tehitung lagi. Hasil karya nya kini menembus batas jarak ,waktu dan strata sosial mulai dari karyawan ,pejabat daerah,pejabat tinggi hingga mendapat apresiasi langsung dari Mantan Presiden  RI ke -6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga. 

Destra Yana & Sketsa Wajah Keluarga SBY




Kebanggan Kang Yana terbalas sudah ketika  sketsa -sketsa wajah keluarga SBY diterima langsung oleh SBY pada saat kunjungannya ke Garut beberapa waktu lalu. 
Inilah buat dari kesabaran dan keuletan.Dibalik semua kejadian,Tuhan telah menyiapkan sebuah hikmah yang indah. Teruslah berkarya,menghasilkan karya terbaik yang berbeda.(KG)

5 Tokoh Sastra Terkenal Asal Garut

Achdiat K Mihardja (Photo.Ensiklopedia Kemendikbud)

Garut sudah sejak lama memang terkenal sebagai sebuah kabupaten yang mempunyai sumber daya yang luar biasa,baik itu alam,industri,seni dan budaya serta tokoh-tokoh terkenal yang mengharumkan pentas nasional maupun internasional. Boleh dikatakan,Garut adalah sebuah kabupaten 'sagala aya' atau segala ada. Dari sini pula banyak dilahirkan tokoh-tokoh nasional baik sebagai sastrawan,budayawan,artis,politikus maupun birokrat. Dalam kesempatan ini KaGaroet akan menulis informasi tentang 7 Tokoh Sastrawan Garut yang mengharumkan,diantaranya

1.Raden Haji Muhammad Moesa
Lahir di Garut tahun 1822 dan wafat 10 Agustus 1886. Raden Hadji Muhammad Moesa merupakan tokoh sastrawanSunda sekaligus ulama.Pendidikan formalnya ditempuh di sebuah pesantren di Purwakarta.Menunaikan haji sejak masih muda, pada 1864 ia diangkat menjadi penghulu besar di Limbangan sampai beliau wafat
Semasa muda,Muhammad Musa erat bergaul dengan pengusaha perkebunan teh bangsa Belanda di Cikajang bernama K.F.Holle yang juga penasehat Hindia Belanda mengenai bangsa Pribumi. Pergaulannya yang mudah dengan bangsa Belanda menjadi nilai tambah untuk mengembangkan seni karya tulis dan mengarangnya.Beliau sangat perhatian dengan kesustraan Sunda sehingga lahir lah karya fenomenal yaitu Wawacan Panji Wulung tahun 1871.
Karya-karya lain dari beliau:
1. Wawacan Dongeng-dongeng
2.Wawacan Seca Nala
3.Elmu Nyawah
4.Dongeng-dongeng pieunteungeun dll

2.Hasan Mustapa

Lahir di Garut 3 Juni 1852 dan wafat 13 Januari 1930 di Bandung. NAma Hasan Mustapa diberikan oleh ayah dan kakeknya. Hasan,nama pemberian ayahnya dan Mustapa nama pemberian kakeknya. Ayahnya bernama Mas Sastramanggala,Camat Kontrakan teh Cikajang dan merupakan keturunan  Tumenggung Wiratanubaya,bupati Parakan Muncang.Trah bangsawan memang melekat dalam dirinya. Pengaruh keluarga priayi dan agamis,menjadikan sosok Hasan Mustapa lekat dengan ilmu dan pendidikan budaya yang kuat.
Beliau terkenal sebagai ulama,dan pujangga besar Islam yang banyak menulis masalah agama dan tasawauf yang ditulis dalam bentuk guguritan bahasa Sunda.
Sempat menjadi penghulu besar Garut  dan di Aceh juga terakhir di Bandung.
Sebagai sastrawan besar ,Haji Hasan Mustapa banyak menulis danding dalam bahas Sunda, yang didalamnya banyak bernuansa tasawuf dan memahami dan ahli dalam adat istiadat Sunda. Karya beliau yang terkenal adalah Bab Adat-Adat Urang Priangan jeung Sunda Lianna ti Eta (1913).
Kebesaran nama Hasan Mustapa kini di abadikan menjadi sebuah nama jalan di Bandung yaitu jalan PHH Mustapa.
3 Raden Ayu Lasminingrat
Boleh di bilang, nama beliau adalah sebagai tokoh emansipasi wanita asal Garut.Jika kebanyakan orang lebih mengenai RA Kartini dan Dewi Sartika,Garut mempunyai pelopor kemajuan wanita Sunda . Pendiri Sakola Kautamaan Istri yang kini menjadi SD Regol 7 dan 10.
Raden Ayu Lasminingrat tiada lain adalah putri sulung Haji Muhammad Musa yang telah dibahas di atas. Lahir di Garut ,1843-1948. Raden Ayu Lasminingrat sangat fasih bahasa Belanda,hingga KF Holle,administrator perkebunan Cikajang pun memujinya.
Tahun 1897,RA Lasminingrat memajukan anak-anak pribumi melalui pendidikan, salahsatunya melalui buku bacaan berbahasa Sunda, pendidikan moral,agama,ilmu alam dan ilmu sosial.Pada tahun 1907,RA Lasminingrat mendirikan Sakola Kautamaan Istri di Lingkungan Ruang Gamelan ,Pendopo Garut. Awalnya sekolah tersebut dibuka untuk kalangan priyayi dan bangsawan lokal saja dengan materi baca tulis dan pemberdayaan perempuan.Lasminingrat juga rajin membuat tulisan diantara karya terkenal adalah Warnasari (jilid 1 dan 2). Karya tulis lainnya antara lain Carita Erman (1875 yang merupakan terjemahan karya Christoph Von Schmid yang dicetak sebanyak 6.015 eksemplar.
RA Lasmininfrat wafat tanggl 10 April 1947 dalam usia 105 tahun. Dikebumikan tepat di belakang lingkungan mesjid agung Garut. Kini nama RA Lasminingrat diabadikan menjadi nama sebuah Gedung Seni di Jalan Ahmad Yani, Garut.
4.Wing Karjo
  Terlahir dengan nama lengkap Wing Karjo Wangsaatmaja .Lahir di Garut,23 April 1937 dan meninggal di Jepang tanggal 19 Maret 2002. Nama beliau terkenal sebagai penyair Indonesia  apda masa kematangan  sastra Indonesia sekitar 1950. Pendidikan formal SD dan SMP dihabiskan di Tasikmalaya dan pindah ke Garut melanjutkan sekolah lanjutan atas SMA Katolik.Setelah lulus beliau melanjutkan pendidikan bahasa Perancis di Sorbonne,Perancis hingga meraih gelar doktor.Beliau aktif mengajar bahas Perancis di Sastra Unpad dan pindah ke Tokyo Goikukugo Daigaku, Jepang mengajar bahasa Indonesia.
Karya-karya beliau yang sudah dibukukan
1. Selembar Daun (kumpulan puisi,1974)
2. Fragmen Malam (puisi, 1998)
3. Phon Hayat (kumpulan cerpen,2002)
4.Perumahan (puisi ,1975)
5. Achdiat K Mihardja
Siapa yang tidak mengenal tokoh sastra yang satu ini?Maestro sastrawan yang terkenal dengan novel Atheis nya yang fenomenal. Beliau lahir di Cibatu,Garut  6 Maret 1911.Berpendidikan AMS Solo dan Fakultas Sastra dan Filsafat Universitas Indonesia.Pernah bekerja sebagai Redaktur Balai Pustaka ,Bintang Timur,Spektra,Pujangga Baru,Kepala Jawatan Kebudayaan Perwakilan Jakarta Raya dan Dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Karya-karya beliau yang terkenal antara lain
1.Polemik Kebudayaan (editor 1948)
2. Atheis (novel,1949)
3. Bentrokan Dalam Asrama (drama,1952)
4. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen 1956)
5.Si Kabayan Manusia Lucu

 Masih banyak lagi karya beliau yang bermutu.Namun dari sekian hasil karyanya, Novel Atheis lah yang paling laris dan dijadikan bahan studi dan diskusi tentang sastra.Bahakan Novel Atheis pernah diangkat menajdi film layar lebar tahun 1974 dengan judul yang sama.

Demikian beberapa tokoh sastra yang terkenal asal Garut,semoga menjadi bahan pengetahuan terutama bagi generasi milenial yang kini nyaris mengabaikan sejarah masa lalu pendahulunya.



7 Manfaat Air Panas Alami Bagi Kesehatan





Indonesia memang kaya dengan destinasi wisata pemandian air panas,terutama di pulau Jawa karena memang dipenuhi dengan rangkaian gunung api yang menjadi sumber mata air panas bumi.Untuk destinasi wisata air panas di Priangan Timur, di mana lagi tempat wisata air panas jika bukan di Cipanas ,Garut.
Berwisata ke Garut tidaklah komplit jika tidak mengunjungi kawasan wisata dan pemandian air panas.Ya,sejak dulu kawasan wisata Cipanas Garut termasyhur dengan  sumber mata air panas alami yang mengalir dari kaki Gunung Guntur. Air panas alami memang sangat berbeda dengan sumber air panas buatan.Air panas yang berasal dari panas bumi memiliki sumber mineral tinggi yang sangat berguna untuk kehidupan dan kesehatan manusia seperti sulfur,alkalin,zat besi dan lain-lain..Sejak dulu masyarakat telah memanfaatkan khasiat air panas alami sebagai sarana terapi dan penyembuhan berbagai penyakit. Zat-zat yang dikandung oleh air panas alami dipercaya mempunyai berbagai macam khasiat bagi tubuh. Berendam di pemandian air panas dalam waktu dan saat tertentu menurut beberapa penelitian merupakan sarana ampuh mengobati berbagai macam penyakit. Berikut ini beberapa khasiat berendam di air panas alami:


1.Detoksifikasi
 Berendam di air panas alami pada rentang waktu 10-20 menit dan pada suhu sekitar 33-37 Derajat Celcius berkhasiat untuk membuka pori-pori kulit sehingga racun dalam tubuh  lebih mudah dikeluarkan.Selain itu berendam di air panas pada suhu tersebut berguna melancarkan peredaran darah,menurunkan kadar gula darah dan mengurangi sakit otot.
2.Mengobati Reumatik dan Penyakit Tulang
Bagi anda yang mempunyai keluhan sekitar penyakit tulang,nyeri otot,reumatik dan asam urat,berendam di air panas alami dipercaya mengurangi keluhan sakit.Ini karena suhu air dan kadar mineral yang meresap ke dalam tubuh  dan diserap oleh tulang-tulang. Sebagai mana diketahui,salah satu yang sering menimbulkan resiko penyakit tulang dsb adalah karena faktor cuaca dan suhu dingin.Memanfaatkan suhu air panas alami adalah sarana yang pas untuk mengurangi resiko tersebut.
kolam air panas alami

3. Mengobati Infeksi dan Penyakit Kulit
 Penyakit kulit seperti eksim,gatal-gatal dan ruam pada kulit diakibatkan oleh bakteri dan kuman pada kulit.Terapi berendam di air panas alami dipercaya dapat mengurangi keluhan tersebut apabila dilakukan secara teratur dan pada temperature yang pas. Hal ini karena air panas alami mengandung kadar sulfur atau belerang yang sangat berguna sebagai antiseptik atau pembunuh kuman.
4. Mengurangi Stress
 Anda stress? Otot kepala tegang karena beban hidup dan permasalahan lainnya? Cobalah menyempatkan waktu berkunjung ke tempat pemandian air panas sambil berwisata. Berendam kepala dan badan anda sekitar 10-20 menit pada suhu 30-35 derajat C akan bermanfaat untuk mengobati ketegangan otot karena stress.
5. Mengobati Insomnia
Insomnia atau penyakit gangguan susah tidur berkaitan dengan ketegangan otot dan otak atau stress tadi.Terapinya adalah berendam kaki pada air panas alami sekitar 10-20 menit.Cara ini berfungsi untuk mengurangi ketegangan otot dan melancarkan peredaran darah dari arah bawah ke otak.Fungsinya sebagai media relaksasi otot untuk mendorong rasa ngantuk dan mudah tidur.
6. Mengobati Flu dan Sakit Kepala
Berendam kaki dan tubuh dalam air hangat mampu menurunkan gejala flu dan sakit kepala. Setelah selesai beberapa menit,basuhlah badan dengan air dingin. Lakukan hal ini sekitar 10-20 menit.
7. Memperlancar Sirkulasi Darah
Berendam di air panas alami secara rutin berguna untuk melancarkan sirkulasi darah di tubuh.Ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena darah mengalir lanacr ke seluruh organ tubuh vital seperti jantung,paru-paru,liver dan lain-lain.
Masih banyak lagi manfaat berendam di air panas alami. Jadi,ini saatnya berwisata sambil melakukan perawatan kesehatan tubuh.

Asal Usul Nama Kota Garut


Pada artikel sebelumnya,penulis telah membahas beberapa hal mengenai nama dan  julukan kota Garut.Semua tidak lepas dari sejarah yang panjang tentang asal berdirinya kota Garut atau Kabupaten Garut . Berkenaan dengan penamaan kota Garut sendiri,penulis mencoba menggali darimana kata Garut sendiri berasal. Ditelisik dari berbagai sumber,ternyata asal kata nama Garut itu cukup unik dan tentunya sangat bersejarah.
Sejarah dimulai sejak zaman kolonial Hindia Belanda sekitar tahun 1811. Awalnya kabupaten Garut tempo dulu beribu kota di Limbangan.Saat ini Limbangan justru menjadi sebuah kecamatan di wilayah Garut Utara,tepatnya jalur jalan raya Bandung-Tasikmalaya. Pada saat itu Gubernur Jenderal Daendels tengah melakukan pembubaran Kabupaten Limbangan dengan alasan karena penurunan produksi kopi dari daerah ini turun drastis. Untuk menutupi produksi kopi yang turun,Daendels memerintahkan bupati Limbangan,Adipati Adiwijaya untuk menanam nila (indigo) namun sang bupati menolak penanaman tersebut.
Sekitar tahun 1813,terjadi pergantian Gubernur Hindia Belanda,dari Daendels ke Raffles.Kemudian Raffles mengeluarkan sebuah surat keputusan pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang ibukotanya dialihkan ke daerah Suci (sekarang di sekitar Jl.Jend Sudirman).Namun untuk sebuah ibu kota kabupaten,daerah Suci tidak cukup luas dan tidak memenuhi persyaratan.
Singkat kata bupati Adipati Adiwijaya (1813-1831) membentuk sebuah tim khusus atau panitia khusus yang ditugaskan untuk mencari daerah yang pas untuk ibukota Kabupaten Limbangan. Kemudian rombongan panita tersebut pada awalnya menemukan sebuah daerah di Cimurah,3 kilometer sebelah timur Suci,namun di daerah ini air bersih sulit ditemukan dan tidak cocok untuk sebuah ibu kota (daerah ini sekarang bernama Pidayeuheun,artinya bakal kota).Selanjutnya rombongan itu menyusuri setiap daerah menuju ke arah barat dari daerah Suci sekitar 5 Km perjalanan. Di daerah ini tim menemukan tempat yang cocok untuk dibuat ibu kota.Selain tanahnya subur,banyak ditemukan sumber air bersih yang mengalir ke sungai Cimanuk yang mengeliligi daerah tersebut. Pemandangan di sekitar daerah tersebut sangat indah dikeliligi oleh gunung-gunung besar seperti gunung Cikuray,Gunung Papandayan,Gunung Guntur dan Gunung Talagabodas. Maka terjadi kesepakatan untuk membuka lahan tersebut. Dalam bahasa Sunda istilah membuka lahan biasa disebut ngabaladah atau ngabukbak. Dalam rombongan tersebut selain panitia dari kabupaten juga terdapat beberapa orang Belanda yang ikut memantau dan membenahi secara teknis.Mungkin seorang konsultan tata kota pada era sekarang.
Pada saat ditemukan sebuah mata air berupa sebuah telaga kecil,seorang panitia tangannya tergores sebuah semak belukar berduri, dalam bahasa Sunda,istilah tergores ini disebut kakarut. Kemudian si meneer Belanda tersebut bertanya,” Kenapa tangan kamu berdarah?”.Orang yang tergores itu menjawab,”Tangan saya kakarut,tuan.”. Karena lidah bangsa Eropa tidak fasih melafalkan bahasa Sunda, maka sebutan kakarut tersebut berubah menjadi gagarut. Sejak saat itu tanaman yang berduri itu dinamai Ki Garut oleh rombongan pembuka lahan tersebut,dan telaga tempat ditemukannya tanaman dan sumber air tersebut dinamai Ci Garut. Kini letak telaga itu di sekitar SMP 1,SMP 2 dan SMP4 Garut.
sudut kota Garut

Kemudian penemuan daerah tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Adipati Adiwijaya dan atas petunjuk para sesepuh,sebuah daerah baru harus mempunyai nama yang baru agar terhindar dari musibah. Maka tercetuslah nama Garut tersebut dan disetujui oleh Bupati Limbangan.
Maka sejak tahun 1813 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana kota seperti alun-alun dengan babancongnya sekarang,mesjid,pendopo,kantor residence dan lain-lain. Pada tahun 1821,ibukota Kabupaten Limbangan dipindahkan dari Suci ke Garut.Selanjutnya melalui SK Gubernur Jendral Hindia Belanda No 60 tanggal 7 Mei 1913 nama kabupaten Limbangan resmi diganti nama menjadi Kabupaten Garut .Selanjutnya penetapan Kabupaten Garut resmi dipindahkan ke kota Garut yang baru tanggal 1 Juli 1813 dengan bupati pada saat itu RAA.Wiratanudatar (1871-1915). Sejak saat itu hingga kini, Garut memulai phase pembangunan kota dan sarana lainnya termasuk pembangunan berbagai fasilitas wisata  seperti stasiun dan hotel untuk menampung tamu-tamu dari Eropa dan para ahli perkebunan .

Demikian asal mula kata Garut yang saat ini kita kenal menjadi sebuah kota kecil yang cantik dan penuh obyek wisata yang terus diburu oleh wisatawan baik local maupun mancanegara.

Berburu Kuliner di Pasar Ceplak Garut

Wisata Kuliner Garut Pasar Ceplak

Mengunjungi kota Garut,tidak lengkap jika hanya menikmati keindahan alam dan wisata Garut tanpa berkunjung ke pusat wisata kuliner warga Garut yaitu Pasar Ceplak.Pasar Ceplak merupakan area pusat jajanan dan kuliner yang terletak di Jalan Siliwangi,Garut.Jalur jalan sepanjang kurang lebih 300 meter ini sebenarnya merupakan jalan yang menghubungkan Jalan Ciledug dan Jalan Cikuray. Pada sore hari,lajur ini berfungsi sebagai pusat jajanan dan kuliner bagi masyarakat Garut maupun wisatawan dari luar kota Garut.
Pasar Ceplak mulai beroperasi mulai pukul 16.00 -22.00 WIB. Pengunjung dan wisatawan yang sedang berada di kota Garut,biasanya menyempatkan untuk berburu kuliner di malam hari.Sebenarnya kuliner yang disajikan bukanlah makanan yang terlalu istimewa atau merupakan kuliner umum seperti  soto, baso, pecel lele,bebek goreng,martabak dan lain-lain. Akan tetapi istimewanya karena pusat jajanan ini terbilang lengkap dan banyak pilihan. Harga yang dipatok pun relative murah.
Menurut cerita warga setempat,pasar Ceplak sudah ada sejak tahun 70-an. Istilah’Ceplak’ sendiri berasal dari bahasa Sunda yang artinya’nyeplak’.Arti’nyeplak’ adalah mengunyah makanan sambil mulut terbuka karena diselingi berbicara,sehingga menimbulkan bunyi.Konon sejarahnya pada saat itu terjadi kemarau yang cukup panjang.Rakyat hanya bisa makan dengan nasi oyek campur singkong . Timbul sebuah gurauan jika makan nasi oyek sambil nyeplak  itu lebih nikmat rasanya.Dari situlah istilah Ceplak berkembang menjadi kawasan kuliner yang tetap ada hingga kini,bahkan kawasan legendaries ini telah dikukuhkan oleh Perda No 2 Tahun 1998 dan Perda No 7 tahun 2002 tentang pengaturan PKL di kawasan Jalan Siliwangi tersebut. Sempat juga pedagang ini direlokasi ke Islamic Centre pada masa Bupati Agus Supriadi, dengan alasan biang kemacetan,akan tetapi para pedagang kembali ke kawasan semula dan akhirnya tetap sampai kini.

Nah,untuk para pengunjung dan wisatawan yang bosen menikmati kuliner hotel dan resto di Garut,tidak salahnya memilih kawasan ini menjadi arena berburu kuliner di Garut.Selamat berwisata.

Stasiun Cibatu:Dari Sini Sejarah Wisata Garut Dimulai

Sumber Photo: Wikipedia (Collectie Tropenmuseum Treinen Op het Station van Tjibatoe West Java)

Menyusuri keindahan destinasi wisata Garut,tidak luput dari sejarah yang pernah mengharumkan nama kota ini hingga melahirkan julukan Switzerland van Java,atau Swiss Van Java. Bukti sejarah itu adalah stasiun kereta api Cibatu yang terletak di kecamatan Cibatu pada ketinggian 612 Mdpl. Menurut catatan pemerintah Jawatan Kereta Api  (dulu) kini PT KAI, jalur yang menghubungkan Cibatu-Cikajang, merupakan jalur tertinggi kereta api di pulau Jawa.Dibangun pada tahun 1889 oleh Straatspoorwagen,maksapai perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda,bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Cicalengka-Cilacap.
Stasiun Cibatu merupakan stasiun yang mempunyai sejarah dalam perkembangan pariwisata di Garut.Setasiun ini merupakan primadona pemberhentian para wisatawan dari Eropa yang hendak berlibur di wilayah Garut. Haryoto Kunto,penulis buku Seabad Hotel Grand Preanger 1897-1997,menuliskan jika pada periode 1935-1940 banyak taksi dan limousine yang dimiliki oleh hotel-hotel di Garut kala itu terparkir di halaman setasiun Cibatu yang siap mengantar para wisatawan berkeliling kota Garut. Pada saat itu Garut,merupakan destinasi wisata favorit petinggi dan kaum borjouis Eropa. Catatan penting lainnya yang sangat membuat kagum,bahwa kala itu sudah berdiri hotel-hotel berbintang di wilayah Garut.Hotel Papandayan,Villa Dolce,Hotel Belvedere,Hotel Bagendit,Hotel Van Hengel,Villa Pautine dan hotel Grand Ngamplang. Ini adalah bukti jika Garut tempo dulu menyimpan sejarah penting dalam peta destinasi wisata di Indonesia,khususnya Jawa Barat. Diyakini,jika  pada periode inilah muncul sebutan Swiss Van Java,hingga menjadi julukan untuk Garut sampai kini. Catatan lainnya yang menjadi bukti bahwa banyak tokoh-tokoh dunia yang pernah singgah di Garut dan turun di stasiun Cibatu Garut,sperti tokoh comedian bisu Charlie Chaplin dan Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau (1906-1909)dan (1917-1920).Pada periode kemerdekaan tercatat Presiden Soekarno pernah turun di stasiun Cibatu ini,dalam rangkaian perjalanan menggunakan kereta api menuju jalur selatan.
Betapa banyak catatan sejarah dari kota ini,Garut dan salah satunya berawal dari setasiun Cibatu,Garut.Stasiun ini kini masih ada dan melayani perjalanan ke berbagai daerah,dan masuk kedallam wilayah operasi Daop II PT KAI. Namun,hal yang dirindukan kembali adalah dibukanya kembali jalur kereta api Cibatu-Cikajang,yang melintasi kota Garut,karena dari sinilah semua sejarah wisata Garut bermula.

Julukan Indah Untuk Kota Garut

Berbicara mengenai wisata di Garut, memang selalu menyisakan rasa penasaran bagi para wisatawan yang berkunjung ke sini. Rasa ingin tahu rasa kangen akan keindahan pesona alam dan destinasi wisata yang ada di Garut dan sekitarnya.Hal ini bukan tanpa alasan,karena sejarah telah mencatat,kota ini pernah mencapai zaman kejayaan wisata di awal abad 20 an. Pada masa kolonial ini ,bahkan tercatat beberpa pesohor dunia kala itu seperti Charlie Chaplin sempat berkunjung . Dan karena segala pesona dan keindahan wisata Garut, melahirkan fakta-fakta mengenai julukan kota Garut. Inilah beberapa julukan yang disematkan untuk kota wisata ini

1.Kota Intan
  Julukan Garut sebagai Kota Intan,merupakan akronim dari Indah,Tertib,Aman dan Nyaman. Berawal dari kunjungan Presiden Soekarno sekitar tahun 1960. Melihat kota ini tampak bersih dan indah dan asri. Ini pula yang menyebabkan kota Garut pernah terpilih menjadi kota terbersih di Indonesia.Karena kekaguman itu,lantas Presiden Soekarno,menyebut Garut sebagai kota Intan  Jika Bandung,dijuluki Paris Van Java, karena mode dan keelokan mojangnya,maka Garut di juluki Swiss Van Java, Julukan ini memang lahir pada masa kolonial,karena banyaknya petinggi dan para pembesar Belanda saat itu, sering melakukan kunjungan dan beristirahat di beberapa tempat wisata di Garut. Letak daerah yang dikelilingi gunung-gunung Vulkanik dan hamparan sawah yang hijau,asri mengingatkan daerah ini seperti di Swiss. Maka lahirlah julukan ini Swiss Van Java. Pada masa ini wisata Garut,sempat mengalami masa keemasan. Dan bahkan Stasiun Garut,pernah didirkan Biro Wisata untuk melayani kunjungan wisatawan dari Eropa terutama dari Belanda. Perkebunan teh Cikajang,Milamare menyimpan kenangan tersendiri di benak beberapa tokoh dan pembesar Belanda saat itu. Jalur kereta api Cibatu-Cikajang,merupakan jalur teramai saat itu meski kini tinggal menjadi sejarah.

2.Kota Dodol

Siapa yang tidak kenal Dodol Garut? Semua orang bahkan di Indonesia sudah tahu jikalau cemilan yang satu ini memang menjadi ikon oleh-oleh kota Garut. Rasanya tidak afdol jikalau berkunjung ke Garut tidak membeli oleh-oleh yang satu ini. Kini, seiring perkembangan kuliner, dodol Garut tersedia dalam berbagai aneka rasa dan kemasan menarik. Di sepanjang jalan menuju kota Garut, terutama di sekitar Tarogong, tersedia banyak toko oleh-oleh berupa dodol dan penganan lainnya seperti kerupuk kulit,burayot,chocodot dan lain-lain

3. Swiss Van Java
 Jikalau Bandung mempunyai julukan Paris Van Java, karena pesona mode dan mojang nya,maka Garut memiliki julukan Swiss Van Java karena kelokan alamnya yang banyak dikelilingi gunung vulkanik. Karena itulah,teempat ini sering dijadikan tempat peristirahatan para pembesar negeri pada masa kolonial. Keindahan alam,yang nyaris sama dengan keindahan di negara Swiss. Maka dari sanalah tercetus julukan Swiss Van Java.

4. Garut Pangirutan

Kata pangirutan merupakan bahasa Sunda yang artinya,indah,molek dan mempesona. Istilah inipun tidaklah tanpa alasan. Berbagai tempat wisata dan daerah yang asri,indah  benar-benar membuat 'kairut' atau terpesona para pelancong yang berkunjung ke kota ini.

5. Kota Domba

Seperti halnya dodol, Garut merupakan pusat peternakan domba unggulan di Indonesia. Bibit domba,yang berasal dari Garut, merupakan bibit terbaik sehingga menghasilkan ternak domba yang sehat dan mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi dibandingkan dengan varietas domba dari daerah lain. Karena inilah,muncul istilah Domba Garut



Babancong,Saksi Sejarah Abadi Lahirnya Garut

Babancong

Bila para wisatawan yang berkunjung ke wilayah kota Garut, tentunya akan penasaran dengan bangunan yang satu ini. Sebuah bangunan tua,bersejarah,monumental yang lahir bersamaan dengan hari jadi Kabupaten Garut yang dulu masih bernama Limbangan. Saat ini Garut memasuki usia ke 203 Tahun,nah bisa dipastikan umur bangunan ini sekitar itu.
Bernama Babancong,istilah bahasa Sunda yang bermakna sebuah bangunan kecil,tinggi yang berada terletak di depan alun-alun atau pendopo.Dan memang kenyataannya,Babancong Garut terletak di depan rumah dinas Bupati Garut,di sebalah pojok selatan alun-alun Garut. Babancong dapat diartikan sebagai sebuah podium kehormatan bagi para "gegeden" Garut dan tamu-tamu kebesaran yang berkunjung ke Garut. Di atas bangunan ini biasanya para petinggi dan pembesar Garut berkumpul menyaksikan dan mengikuti perhelatan akbar yang diadakan di pusat alun-alun kota Garut.
Di lihat dari struktur bangunan, babancong merupakan bangunan bersegi delapan,dengan pilar berbentuk silinder dan menyangga bagian atap. Di bawahnya di buat relung-relung lengkung sebanyak delapan buah sesuai dengan jumlah penyangga yang terdiri dari delapan penyangga.Terdapat dua sisi tangga,yang bermotif lengkung sisik ular pada pentup sisi tangga.
Dengan nilai sejarah dan seni yang tinggi,konon bangunan jenis ini hanya ada satu-satunya di Indonesia,dan tetap dipertahankan sebagai ikon Garut hingga kini. 
Penasaran ingin mengunjungi Babancong Garut? sangatlah mudah. Dari destinasi wisata Cipanas atau Sibentang Villatel,menuju alun-alun hanya di tempuh sekitar 15 menit perjalanan dengan kendaraan. Maka,disarankan apabila sedang mengadakan city tour Garut, dapat mampir langsung melihat Babancong ini.

Pesona Batik Garutan Yang Eksotis


Motif Kepala Domba


Perkembangan industri sandang yang mengusung batik sebagai warisan leluhur bangsa,mengalami perkembangan yang sangat pesat.Dewasa ini pemakaian baju batik dan tema-tema batik dalam berbagai acara baik formal maupaun formal menjadi trend dan wajib secara nasional.Atas dasar itu pemerintah pun menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.
Nah berbicara mengenai motif baju batik,tentunya Indonesia sangat kaya dengan berbagai corak dan ornamen. Ada batik Solo,batik Yogyakarta,batik Pekalongan,batik Cirebon dan batik Garut atau lebih dikenal dengan batik Garutan.
Untuk para wisatawan yang khusus datang ke Garut dan bermalam di Sibentang Villatel,tentunya sangatlah perlu untuk menyempatkan berjalan-jalan "city tour"Garut mengunjungi sentra kerajinan dan industri batik Garutan.
 Motif batik Garutan tentu berbeda dengan motif batik dari daerah lain.Motif batik Garutan memiliki pemilihan warna yang lebih cerah dan berani. Motif biasanya lebih terinspirasi oleh flora dan fauna  juga pola garis diagonal atau belah ketupat.Namun tentunya disesuaikan untuk acara pemakain dan umur si pemakai. Batik Garutan lebih banyak merupakan batik tulis dimana pembuatannya memerlukan ketelitian,daya seni dan keterampilan yang tinggi.Oleh karena itu pembuatan batik tulis memerlukan waktu yang cukup lama dibanding batik printing. Rata-rata harga batik Garutan dengan batik tulis dipatok dari harga Rp.1500.000-Rp.2.000.000 untuk ukuran kain 1-2,7m.
Banyak sentra industri Batik Garutan yang berkualitas,tentunya para pengunjung dan wisatawan tidak cukup untuk meluangkan waktu semalam di Garut.Untuk itu,staff Sibentang Villatel,selain memberikan pelayanan menginap di Villa,dapat juga mengantar dan menunjukkan spot-spot batik Garutan tersebut.Penasaran?