Copy code snippet KaGaroet: NEWS
Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts

Mendorong Segment Millenial Melalui Pasar Digital Wisata Garut


  • KaGaroet.com-Hari ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata kembali menggelar event Pasar Wisata Digital yang kali ini berpusat di kawasan wisata Situ Cangkuang, Kecamatan Leles,Garut. Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pasar Wisata Digital yang sebelummnya dipusatkan di Situ Bagendit dan Perkebunan Dayeuh Manggung.
  • Pasar Wisata Digital adalah merupakan bentuk implementasi Kementrian Pariwisata  dalam rangka mempromosikan obyek destinasi wisata melalui kekuatan sosial media sebagai alat untuk memviralkan potensi wisata di suatu daerah. Ini sejalan dengan fenomena dan atmosphir saat ini terutama pada segment 'millenial' bagaimana sebuah destinasi wisata dinikmati dengan mudah dan membangkitkan minat untuk posting dan memviralkannya melalui akun-akun sosial media.Istilahnya bagaimana menciptakan destinasi wisata yang 'instagramable'.
  • Sebagaimana sudah dikenal,Garut memiliki berbagai spot destinasi wisata yang 'ramah kamera' sehingga mudah sekali mendorong minat untuk 'upload' dan 'viralkan' sehingga  menjadi kekuatan untuk ikut mengembangkan minat berkunjung wisatawan berkunjung.
  • Pasar Digital Wisata di Garut dikemas dengan dengan konsep berbasis kearifan lokal Garut baik dari seni budaya maupun kuliner khas Garut.,seperti seni beluk,lais, bangreng,pencak silat,gonang dan lain-lain.Selain itu pengunjung berkesempatan mencicipi berbagai kuliner khas Garut seperti es goyobod,burayot,baci,liwet domba,kopi khas Garut  dan lain-lain.Selain itu juga ada battle cooking yang dilakukan oleh para Chef Garut yang tergabung dalam Indonesia Chef Association Garut. 
  • Perhelatan Pasar Digital Wisata ini bertema Pesona Garut, dimana bertujuan mengangkat potensi wisata dan budaya Garut yang memang penuh pesona. Acara Pasawa Digital Wisata yang berpusat di kawasan Candi Cangkuang ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata ,Arief Yahya, Bupati Garut, Rudy Gunawan, Anggota Komis IX DPRRI ,Ferdiansyah sejumlah pimpinan SKPD, General Manager Hotel, anggot PHRI Garut,Chef, Garut dan Anggota HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia),Garut.
    Tim HPI Garut
  • Diharapkan acara ini semakin mendorong minat wisata dan kunjungan wisatawan ke Garut dengan semakin 'viral'nya berbagai posting-posting  spot wisata pada ranah sosial media dan perangkat digital lainnya.

1000 Anak Menggambar Sang Garuda



Antusiasme tampak terlihat dari raut wajah anak-anak TK dan PAUD dan  RA dari Lima Kecamatan  se Garut dalam acara Lomba Mewarnai Burung Garuda yang bertempat di halaman Pusat Konservasi Elang Kamojang,Garut. Acara ini digagas dalam rangka menumbuhkan kepeduliaan anak sejak dini terhadap kelestarian alam dan satwa,sekaligus dalam rangka memperingati HUT RI ke-74. Hasilnya, berbagai kreasi anak-anak  menggambar burung Garuda itu sungguh lucu dan menggemaskan.
Sebelum acara dimulai, lebih kurang 1500 anak TK dan PAUD itu,diberikan kesempatan untuk berkunjung ke kandang-kandang penangkaran elang terbesar di Indonesia ini. Sebagaimana kita tahu,Kawasan Kamojang Ecopark, memiliki sebuah area penangkaran berbagai jenis elang langka yang  salah satunya adalah Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi). Pusat Konservasi Elang Kamojang dibiaya penuh oleh Pertamina,dimana salah satu produksinya adalah PLTU Kamojang.
Menurut ketua panitia 1000 Anak Mewarnai Sang Garuda, Ari Maulana Karang, acara ini baru pertama kali diadakan di area konservasi yang dilindungi.Animonya ternyata cukup luar biasa, terbukti dari target 1000 anak, ternyata dihadiri lebih dari 1500 anak TK,PAUD dan RA se Garut.Acara ini juga dihadiri oleh Bunda PAUD Garut,ibu Dyah Kurniasih GUnawan,istri Bupati Garut Rudy Gunawan,untuk memberikan support dan semangat kepada anak-anak tersebut.
Tujuan dari acara ini adalah untuk mengenalkan apa itu konservasi dan bagaimana belajar mencintai lingkungan.
Burung Garuda, merupakan nama lain dari Elang Jawa, yang dilindungi dan nyaris punah. Selama ini anak-anak mengetahuinya sebagai lambang negara yang dilihat di dinding sekolah. Dengan melihat langsung ke area konservasi, mereka jadi tahu bagaimana sesungguhnya burung Garuda tersebut.
Tingginya minat peserta, diharapkan kegiatan ini menjadi event tahunan yang menghiasi agenda wisata Garut dimana Pertamina dapat menjadi sponsor utamanya.

Selama ini, masyarakat Garut sendiri belum semunya mengetahui kalo Garut memiliki kawasan konservasi elang .Oleh karena itu kegiatan ini sendiri selain memberikan edukasi kepada anak tentang pentingnya memelihara lingkungan, juga sebagai jembatan mempromosikan Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK).
Tampak anak-anak itu menikmati kegiatan tersebut,selain mengajarkan berimajinasi menggambar elang, mereka juga dijarkan bagaimana memelihara lingkungan salahsatunya dengan tidak membuang samapah sembarangan.
Pusat Konservasi Elang Kamojang memiliki koleksi 122 ekor elang dari 10 spesies elang, berasal dari wilayah Indonesia.Sejak 2015,PKEK sudah melepas lebih kurang 50 kali pelepasliaran elang ke alam bebas sesuai spesis dan habitatnya. Jika anda ke sana, akan mudah ditemui jenis elang bondol (Haliastur indus) dan elang ular (spilornis cheela). Adapun spesia paling banyak adalah elang brontok  sebanyak 40 ekor, elang bondol, elang paria,elang paria dan elang jawa.

Refresh Training Tiket.com Bersama Hoteliers Garut


Pertumbuhan minat wisata Garut, semakin hari cukup signifikan terbukti dengan bertumbuhnya industri hotel di Garut yang merupakan bagian dari penyokong industri pariwisata. Pada medio tahun 2018 saja sudah bertambah 3 hotel baru yang ikut meramaikan pasar hunian hotel di Garut yang selama ini didominasi oleh type hotel resort dengan konsep bungalow. Apalagi,sejak semakin gencarnya rencana  pembangunan  jalan tol Cileunyi  Garut Tasikmalaya (Cigatas) yang konon diprediksi akan mempunyai akses melintas kota Garut. Hal ini tentunya mendorong kepercayaan masyarakat dan wisatawan untuk terus berkunjung ke kota Garut. Akibatnya secara tidak langsung akan memberikan pengaruh kepada pola permintaan pasar hunian hotel di Garut.
Untuk mendorong tingkat hunian hotel-hotel di Garut,tentunya tidak bisa terus mengandalkan pola-pola strategy lama dengan sistem 'offline',akan tetapi juga dengan 'online'strategy  yang saat ini sudah bukan lagi menjadi sesuatu hal 'tabu' bagi industri wisata di manapun, baik itu hotel,resto,cafe dan destinasi wisata lainnya. Hal ini terjadi karena pola perilaku customer (customers behavior) berubah sangat cepat seiring berkembangnya teknologi informasi dan media digital lainnya.
Perubahan perilaku pasar tersebut harus diakomodir oleh para praktisi wisata,hotelier dan pengambil kebijakan bertindak cepat dan mampu menyesuaikan dengan hukum 'pasar'yang ada. Penetapan harga kamar yang selama ini  dibuat 'flat' dan tabu untuk dirubah, sudah selayaknya ditinjau kembali menyesuaikan dengan 'hukum pasar' yaitu supply-demand.
Pola permintaan harga yang dinamis ini lah yang selama ini  diadopsi oleh para pelaku  Online Travel Agent, seperti Tiket.Com. Dynamic rate merupakan pola penetapan harga kamar sebagai dasar dari Revenue Management. Staff hotel dalam hal ini Front Office & E-Commerce,mampu memahami bagaimana menjual kamar yang tepat,dengan harga tepat, pada waktu yang tepat dan pada segment yang tepat. Untuk terus memberikan pemahaman tersebut, maka para pebisnis OTA,seperti Tiket.com, mengadakan gathering dan refresh training kepada para staff hotel yang terhimpun dalam Front Office & E Commerce Garut. Acara yang digagas oleh Tiket.com ini sebagai bentuk sinergitas antara hotel dan OTA. Hotel dan OTA, dewasa ini sudah menjadi sebuah mitra kerja yang saling membutuhkan. Online Travel Agent dengan kekuatan 'optimasi search engine, fitur dan menu serta sistem booking hotel yang lengkap membutuhkan 'marketnya' berupa kamar-kamar hotel. Sedangkan,pihak hotel dibantu dengan pola penananan reservasi yang cepat dan media promosi yang cukup kuat.Namun demikian, masih banyak praktisi dan staff front liner dan e-commerce yang belum memahami sepenuhnya teknis penanganan sistem dan fitur OTA yang benar.
Menurut  Andrian Riyadhi selaku Market Manager Tiket.com, bahwa menangani sistem booking pada platform OTA,tidak hanya persoalan buka tutup 'allotment',akan tetapi adalah persoalan bagaiaman mampu mengolah fluktuasi harga dan promosi sesuai trend dan permintaan dan penawaran yang pas. Inilah sebenarnya yang harus dikuasai oleh para staff e commerce hotel. Jika keterampilan ini sudah baik, maka ini adalah modal bagaimana memahami 'revenue management'hotel secara keseluruhan . Untuk itu Tiket com, sebagai mitra hotel akan terus memberikan penyegaran  dalam bentuk gathering untuk mitra hotel di Garut yang semakin diperhitungkan, "demikian ungkapnya pada gathering mitra hotel Garut,  2019 di area Swiss  Van Java ,Rabu 28 Agustus 2019.Semoga semakin memberikan pemahaman tentang stratey penjualan via OTA dan kekompakan sesama hoteliers Garut

Membangun Indonesia Maju ,Dimulai Dari Lingkungan Yang Unggul

Ade Koswara (Ketua RW 15,Cijati Asri)

Keceriaan dalam rangka menyambut UlangTahun Kemerdekaan RI yang ke-74 juga mewarnai seluruh warga kompleks Cijati Asri ,Kelurahan Jayawaras,Kecamatan Tarogong Kidul,Garut. Berbagai perlombaan memeriahkan kemerdekaan digelar di sekitar jalan protokol kompleks,yang memiliki 4 RT dan 255 Kepala Keluarga ini.Kegiatan ini hampir memang tiap taun digelar,seperti halnya di tempat lain, yang digagas oleh para pemuda-pemudi Karang Taruna setempat.

Dari pantauan KaGaroet.com,  Komplek Perumahan Cijati Asri merupakan salah satu dari sekian banyak komplek perumahaan di Garut yang memiliki tingkat kerukunan dan kekompakan yang luar biasa. Kegiatan keagamaan yang mencakup shalat berjamaah,pengajian Jumat malam, shalat Jumat, Pengajian Ahad Akbar, dan kegiatan lainnya yang berpusat di Mesjid Darul Muttaqin ,Cijati Asri selalu dipenuhi oleh jamaah. Mesjid ini lebih makmur dan menjadi sumber keberkahan yang memiliki peranan penting dalam membangun  karakter umat. 
Hal yang patut diapresiasi dan terus ditingkatkan adalah animo warga tentang kesadaran shalat Subuh berjamaah,semakin meningkat. Jumlah shaf shalat di Mesjid Darul Muttaqin-menurut catatan penulis-lebih banyak dibandingkan dengan jumlah shaf di beberapa mesjid lainnya di Garut.Teringat oleh sebuah petuah bijak seorang ulama,jika ingin melihat kebaikan dari sebuah kaum, lihatlah shalat subuhnya. Dan ini telah dibuktikan oleh jamaah Perumahan Cijati Asri, Tarogong Kidul Garut
Suasana Sholat Idul Adha di Lingkungan RW

Pada akhirnya, kebersamaan ini mendorong semangat dan kekompakan dalam kegiatan sosial lainnya yang sering diadakan baik,olahraga, kerjabakti, posyandu,dan pelayanan kesehatan lainnya. Disisi lain, kesadaran untuk menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan perumahan terus meningkat.
Ada hal yang perlu dijadikan contoh oleh warga perumahan lainnya, bahwa Perumahaan Cijati Asri, meskipun dari status sosial ekonomi warganya berbeda-beda,dari mulai wiraswasta, pegawai swasta, guru,dosen,ASN,anggota Dewan,anggota TNI & Polri, namun tampak selalu hidup rukun dan saling menghargai satu-sama lainnya. Perbedaan dalam pemahaman beragama dan  aspirasi politik,yang beberapa bulan ke belakang cukup menyedot perhatian,  mampu dieliminir karena  kesadaran,kedewasaan dan cara pandang yang elegant oleh seluruh warga sehingga situasi lingkungan tetap berjalan aman dan damai.
Menurut ketua RW 15,Perumahan Cijati Asri Bapak Ade Koswara,sebagai ketua RW yang baru beberapa bulan mengemban amanah,dirinya merasa bangga dan bahagia melihat kondisi kerukunan dan kebersamaan yang terjalin dilingkungannya. Beliau, berusaha untuk terus memberikan pelayanan yang baik bagi pengembangan di lingkungannya. Beberapa agenda pembangunan untuk menambah fasilitas umum dalam lingkungan perumahan sedang dipersiapkan.Semoga ke depannya ‘indeks kebahagiaan’warga Perumahan Cijati Asri semakin meningkat dan menjadi contoh bagi lingkungan masyarakat lainnya,”demikian ungkapnya . Dirinya berharap agar seluruh warga bersama-sama ikut mendorong semua langkah untuk membangun lingkungan yang kondusif,aman,nyaman dan bahagia.

Inilah sebenarnya contoh kongkrit bagaimana membangun sumber daya manusia unggul untuk Indonesia yang lebih maju, yang merupakan tema Hari Kemerdekaan Indonesia Ke 74. Membangun SDM yang unggul harus dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat dahulu,seperti keluarga,tetangga, lingkungan RT dan RW  sampai kepada masyarakat yang lebih luas.Semoga makna Hari Kemerdekaan Indonesia ke -74 ini, menjadi moment penting untuk membangun tujuan tersebut.


Mengangkat Kuliner Rakyat Melalui Festival Baso Aci Garut 2019



Kota Garut lagi-lagi membuat gebrakan dalam bidang kuliner dengan mengadakan acara  Festival Baso Aci 2019. Bertempat di pelataran pendopo kabupaten Garut ,kegiatan ini  akan berlangsung mulai tanggal 3 Mei  hingga 5 Mei 2019 yang diikuti lebih dari 35 tenant baso aci yang hampir semuanya berasal dari Garut.
Festivasl Baso Aci 2019 lahir dari ide dan kreatifitas anak muda Garut dan pegiat sosial media yang jeli melihat peluang dan  potensi wisata kuliner yang selama ini menjadi konsumsi masyarakat Jawa Barat umumnya,khususnya masyarakat Garut, yaitu aci . Penganan yang berasal dari tepung tapioka dan juga tepung sagu banyak digemari oleh lapisan masyarat .
Sudah menjadi rahasia umum jika masyarakat Jawa Barat sangat kreatif dalam menciptakan berbagai kuliner yang unik,gurih,murah,merakyat dan alami, salah satunya adalah baso aci. Kuliner yang satu ini memang  telah menjadi idola  yang banyak diburu pecinta kuliner juga sekaligus sebagai alternatif mie baso daging yang sudah  terlalu mainstream.



Menurut penggagas acara sekaligus ketua penyelengara, Dhani Oemar dari Vortabel Organizer, tujuan  diselenggarakan Festival Baso Aci ini adalah untuk mengangkat baso aci sebagai kuliner khas Garut. Menurut Dhani, memang  di beberapa daerah seperti Jakarta,Bandung dan wilayah kota di Jawa Barat, kuliner baso aci ini sudah ada namun sepertinya gaungnya masih kalah dengan kuliner baso umumnya. Sedangkan di Garut, beberapa kuliner dan warung baso aci banyak dijumpai dengan mudah dengan harga yang variatif dan cita rasa yang enak.Bahkan beberapa gerai baso aci kini banyak yang sudah terkoneksi dengan aplikasi online. Menurut pegiat sosial media Jajanan Garut, di kota  Garut saja kurang  lebih ada 800 warung baso aci . Baso aci kini semakin mendapat tempat di hati masyarakat Garut . Fenomena inilah yang melatarbelakangi diadakannya event ini dalam rangka mengangkat nama baso aci di kancah dunia kuliner yang lebih luas. Berharap ke depannya, kota Garut yang sebelumnya mempunyai ikon sebagai kota dodol dan belakangan sebagai kota kopi, juga akan disusul sebagai kota baso aci baik tingkat regional maupun secara nasional.

Dengan adanya festival Baso Aci  Garut 2019 ini diharapkan mampu menumbuhkan gairah bisnis kuliner, kegiatan UMKM di Garut dan meningkatkan kreatifitas  para koki dan penggiat kuliner dalam menciptakan ide-ide menu yang semakin variatif. Selain itu bagi para wisatawan yang hendak  berkunjung ke Garut, festival ini menjadi sebuah obyek daya tarik wisata kuliner yang patut dikunjungi dan dinikmati.
Festival Baso Aci Garut 2019 ini diklaim sebagai Festival Baso Aci pertama di Indonesia, karena memang belum terdengar ada catatan dan jurnal seputar kuliner yang mengangkat seputar baso aci. Diharapkan kegiatan ini menjadi event reguler yang dapat diselenggarakan tiap tahun.Selain itu, event ini juga diramaikan dengan lomba memasak baso aci  oleh ibu-ibu PKK yang jurinya adalah para chef yang tergabung dalam ICA  (Indonesia Chef Association) DPC Garut.
Bagi pengunjung yang memang sudah mempunyai jagoan dan langganan baso aci,silahkan memilih jajanan pad booth baso aci yang sudah terdaftar seperti,  Baso Aci Maleer Alkaromah,,Baso Mercon Bara-bere, Baso Urat Bom, Bacil Geboy, Baso Civeyya,Bacil Tomyam, Baso Teh Ela, Baso Aci Acay,Baso Ceu Imas,Baso Aci Kalimanjaro, Baso Ceuceu,Bakso Ceu Piroh, Bakso Kriwil Bunda,,Baso Aci Anirasa,Cimol Bawang Campaka,Baso Berkah Rasas, BCL (Baso Cing Lada),Basi Aci Meni Hot dan masih banyak lagi gerai baso aci yang akan memanjakan lidah pengunjung.



Dari Obrolan di Cafe,Terlahir Aplikasi Jajap Garut




Pesatnya industri kuliner di Garut dan trend aplikasi online saat ini mendorong sebuah ide kreatif bagi sekelompok millennial Garut untuk menciptakan sebuah platform startup bernama  Jajap Garut. Aplikasi ini diluncurkan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakart Garut dalam mempercepat proses pengantaran  jasa barang baik kuliner maupun lainnya. Aplikasi ini ditujukan untuk produsen dan konsumen warga Garut saja .
Menurut Wakil Bupati Garut,dr.Helmi Budiman  di sela-sela launching aplikasi di Hotel Santika Garut (30 Maret 2019),aplikasi ini sangat membantu UKM dan UMKM Garut dalam memperkenalkan dan menyebarluaskan produknya yang belum terjangkau oleh masayarakat luas. Di sisi lain juga ikut mendorong perekenomian warga dan menciptakan lapangan kerja baru bagi para driver online yang harus mendaftar di Jajap Garut.
Beliau merasa bangga bahwa anak-anak muda Garut memiliki jiwa kreatif dan enterpreneur dalam menangkap peluang kebutuhan masyarakat luas di tengah kekuatan aplikasi serupa yang telah punya nama besar secara nasional.
Aplikasi Jajap Garut sendiri lahir dari ide-ide kreatif lewat obrolan santai anak-anak millennial Garut di cafĂ© yang memang marak di kota intan ini. Dari obrolan seputar sosial media dan IT lahirlah ide pembuatan aplikasi Jajap Garut ini,demikian dikatakan oleh pengembang aplikasi Jajap Garut,Ryan Auf dalam launching aplikasi ini. Diharapkan aplikasi ini dapat membantu kelompok UMKM yang selama ini belum tersentuh,terutama produsen kuliner .Dia meyakini,jika di Garut masih banyak produsen kuliner enak yang belum terekspose media hingga kesulitan untuk berkembang. 
Kini aplikasi Jajap Garut dapat diundah di Google Playstore dan App Store.Semoga aplikasi ini mampu menjawab kebutuhan ini khusus bagi warga Garut.


Refresh Training Market Hotel di Garut bersama Traveloka

Sebagai daerah tujuan wisata, Garut bisa dikatakan menjadi barometer tumbuh kembangnya industri perhotelan di Priangan Timur. Industri perhotelan dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dalam pada itu, perkembangan industri start up booking online tumbuh sejalan dengan perilaku pasar wisata yang semakin berubah. Bisnis online travel agent yang berbasis  teknologi tinggi kini mau tidak mau menjadi sebuah kebutuhan bagi hotel-hotel dalam mendongkrak layanan pemesanan kamar dan akomodasi lainnya.
Traveloka,sebagai sebuah industri Online Travel Agent (OTA) milik anak negeri sendiri, diakui semakin mendapat tempat teratas di ranah industri start up booking online. Dalam tiga tahun terakhir,suplai  room night production,tamu-tamu yang menginap di hotel-hotel di Garut melalui media pemesanan Traveloka mengalami perkembangan signifikan. Untuk lebih mendorong keterlibatan hotel dan peningkatan pengetahuan seputar perkembangan terkini industri OTA, Traveloka mengadakan Refresh Training untuk Area Market Garut dan Tasikmalaya. Kegiatan ini dilaksanakan di Sampireun Resort,Garut yang diikuti oleh lebih dari 60 peserta yang merupakan staff front liner dan E commerce hotel se Garut dan Tasikmalaya juga Sumedang. Kegiatan ini selain sebagi update training juga sebagai sarana silaturahmi antara insan perhotelan .


Menyoal Pembangunan Industri Pariwisata di Kabupaten Garut

Keindahan Garut dengan latar Gunung Cikuray


Sebagai daerah obyek destinasi wisata yang namanya terus diperhitungkan,pembangunan  pariwisata Garut sebagai leading sector  menjadi sesuatu hal yang terus digenjot. Pada realitasnya upaya membangun sektor tersebut banyak terkendala berbagai hal berupa ,regulasi yang kadang belum sinergi satu sama lain.  Padahal jelas,payung hukum pembangunan industri Pariwisata sudah tertera dalam UU No 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan sedangkan regulasi ke arah kelancaran dan sinergitas sudah tertera dalam Instruksi Presiden RI no 16 Tahun 2005 tentang Pembangunan Pariwisata secara terpadu.
Berbicara pembangunan industri periwisata di daerah tidak melulu berbicara soal 'project' pembangunan sebuah destinasi wisata.Aspek industri wisata,pemasaran dan kelembagaan wisata harus berjalan secara sinergis. Realitas di lapangan,banyak temuan terjadi berkaitan dengan perizinan yang berbelit, birokrasi kompleks .Jika upaya itu merupakan sebuah cara merampingkan prosedur itu baik adanya,namun bagaimana jika hal itu hanya menjadi peluang mengorek pundi-pundi pribadi atas nama regulasi?
Membangun industri Pariwisata,harus dimulai dari lingkungan sekitar.Membangun kesadaran berwisata masyarakat sekitar,memberikan dan meningkatkan pemahaman sadar wisata, Sapta Pesona dan kompetensi industri pariwata pada level pekerja pariwisata. Kebersihan,Kenyamanan,Keamanan,Keramahan adalah hal dasar dari yang namanya pariwisata. Sesuatu kebiasaan baik dalam sebuah ligkungan masayarakat bisa jadi menjadi sebuah nilai bagi terciptanya sebuah atraksi pariwisata jika dikelola secara profesional.Semua pelaku industri wisata dan stakeholder harus memiliki komitmen bersama  yang searah.
Dalam konteks membangun industri Pariwisata Garut yang lebih konfrehensif,masih terdapat beberapa kendala yang harus menjadi perhatian pelaku industri dan para stakeholder. Kendala-kendala ini lebih banyak merupakan hak wisatawan yang dilanggar atau belum dicukupi oleh para pelaku industri wisata dan pemerintah setempat, sebagai mana amanat UU Kepariwisataan No 10  Tahun 2009 pasal 20 bahwa wisatawan mempunyai hak yang harus didapat :

1. Hak Mendapatkan informasi akurat mengenai daya tarik wisata
Sebagai sebuah destinasi wisata, pusat informasi wisata (tourismcenter) yang terintegrasi perlu disediakan bersamaan dengan penyediaan staff &pegawai yang kompeten dalam melayani hal-hal yang berhubungan dengan kepariwisataan,travel & hospitality. Memang,dalam era teknologi informasi dan menjamurnya akses sosial media,wisatawan dapat mengakses sumber informasi wisata dari mana saja, akan tetapi penyediaan pusat informasi secara resmi sebagai representasi dari hak mendapatkan informasi dan sarana informasi publik yang disediakan oleh pemerintah adalah sebuah kebutuhan bagi wisatawan bagi regional,nasional maupun mancanegara.

2. Pelayanan Kepariwisataan Sesuai dengan Standar
 Misi dan visi pemerintah dalam hal ini kementrian pariwisata adalah meningkatkan jumlah pegawai  pada industri pariwisata dan semua turunananya yang kompeten sesuai dengan SKKNI,Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.Karena itu upaya kegiatan assesment untuk peningkatan standar kompetensi kerja terus digenjot sesuai target. Semangat ini harus ditangkap  oleh pemerintah daerah dalam mengalokasikan program assesment para pekerja industri pariwisata melalui anggaran daerah,karena ini adalah bagian dari upaya membangun industri pariwisata itu sendiri.
Kecakapan dan kemampuan staff dan pegawai pada industri pariwisata seperti,hotel,restoran ,travel agent, event organizer memberikan sebuah umpan balik bagi tamu berupa jaminan kenyamanan dan kepercayaan ketika dilayani oleh staff atau pegawai yang memenuhi standar kualitas kompetensi kerja daripada yang tidak.Sertifikasi komptensi bukan hanya sebuah program assesment semata yang dibuktikan oleh selembar ijazah/sertifikat,namun juga merupakan sebuah legitimasi resmi profesi yang keberadaanya dijamin oleh undang-undang.

3.Perlindungan Hukum dan Keamanan
Upaya menghapus stigma negatif Garut sebagai kota dengan gaya'premanisme" atau'jagerisme' perlu segera dikikis terutama pada daerah tujuan wisata.  Fenomena itu merupakan hambatan dalam menarik minat wisatawan dalam berkunjung ke Garut. Sikap 'primordialisme' atau merasa diri mempunyai wilayah adalah sisa feodalisme era hindia Belanda yang sudah tidak sesuai di zaman ini. Kenyamanan,keamanan dan jaminan (assurance) keamanan bagi wisatawan menjadi sebuah kebutuhan yang diperlukan selain produk wisata itu. Kendala tersebut menjadi sebuah hambatan yang mendorong ekonomi biaya tinggi.Akibatnya,ada kekecewaan tamu atau wisatawan yang berkelanjutan untuk tidak lagi mengunjungi obyek wisata tertentu karena kehilangan jaminan tersebut.
Di sisi lain, pembangunan sebuah industri wisata memerlukan campur tangan investor luar. Dalam konteks ini,jaminan kepastian hukum,regulasi,perizinan,dan null pungutan liar yang berbasis'premanisme'di atas. Tumpang tindih perizinan dan birokrasi komplek yang menimbulkan  ekonomi biaya tinggi menjadi fenomena yang kontradiktif dengan semangat membangun industri wisata itu sendiri.

Kendala tersebut merupakan sebagian dari beberapa point lainnya yang perlu segera dibenahi bersama dengan pembangunan industri pariwisata di kota kopi ini.Dari beberapa persoalan mengenai pembangunan industri pariwisata,fokus terhadap program sadar wisata  bagi masyarakat sekitar destinasi wisata adalah yang hal yang harus diutamakan sehingga tercipta suasana yang harmonis antara masyarakat dan wisatawan.




Grand Final,Pasang Giri Mojang dan Jajaka Jawa Barat 2018 Berlangsung Meriah


Garut, menjadi tuan rumah Grand Final Pasang Giri Mojang dan Jajaka 2018. Untuk kesempatan ini,kegiatan pasanggiri MOKA Jawa Barat 2018 dilaksanakan lebih mandiri di bandingkan tahun sebelumnya yang disponsori oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.Kali ini kegiatan diserahkan kepada kalangan muda di mana yang disponsori oleh Chocodot,salah satu produsen Chocolat Dodol yang menjadi ikon Garut dan di organized oleh Vortable Organizer.
Kegiatan Grand Final Pasangiri Mojang dan Jajaka 2018 yang dilaksanakan di Hotel Harmoni,Cipanas Garut dihadiri oleh perwakilan Moka dari 26 Kota/Kabupaten Se Jawa Barat.Turut hadir dalam acara tersebut,Istri Gubernur Jawa Barat,Ibu Atalia Ridwan Kamil di dampingi istri Bupati Garut,Ibu Diah Kurniasih.
Mojang Kameumeut & Jajaka Harapan 3 Jawa Barat,wakil dari Garut

Dipilihnya Garut menjadi tempat karantina sekaligus grand final Moka Jawa Barat 2018 karena kegiatan Moka ini sangat erat kaitannya dengan pariwisata,di mana Garut merupakan Kota/Kabupaten pariwisata yang mempunyai destinasi wisata cukup terkenal dan sedang dilirik wisatawan.Diharapkan Mojang dan Jajaka Jawa Barat,terutama dari Garut dapat menjadi ambassador dalam mempromosikan sektor budaya dan pariwisata Jawa Barat.Seoarang Moja dan Jajaka,tidak hanya dinilai dari kecantikan fisik semata,akan tetapi dia harus dapat menjadi sosok panutan positif,tidak hanya pintar akan tetapi bersikap positif dan menjadi contoh generasi muda lainnya.

Berikut ini beberapa  pinilih  Mojang Jajaka Jawa Barat 2018:

Juara 1
Jajaka Kota Cimahi
Mojang Kota Bekasi

Juara 2
Jajaka Kota Bandung
Mojang Kota Bogor

Juara 3
Jajaka Kota Bogor
Mojang Kabupaten  Tasikmalaya

Sementara dari Garut,Sdr Ajeng meriah Mojang Kameumeut Jawa Barat 2018 dan Sdr. Fatih,mendapatkan Jajaka Harapan 3 Jawa Barat.

Ekspor Perdana Domba Garut Ke Pasar Dunia

Photo :IG pdp_sinarharapan

Masyarakat Garut kini boleh  berbangga,pasalnya  komoditi peternakan domba khas Garut kini mulai dilirik di pasar dunia. Ini terbukti dengan dilaksanakannya ekspor perdana domba Garut ke United Emirat Arab oleh PT.Inkopar Cahaya Buana. Sebanyak 300 ekor domba diekspor atas permintaan  Private Department of Sheikh Mohammed Bin Khalid Al Nahyan Abu Dhabi .
Dari total nilai kontrak sebanyak 3600 domba Garut dengan nilai transaksi Rp.57,6 Milyar.Pengiriman dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama ini dikirim 300 ekor domba melalui Bandara International Soekarno Hatta.


Menurut Drektur Operasional PT Inkpar Cahaya Buana, Harun Al Rasyid,ekspor yang dilakukan menjadi langkah awal optimisme industri peternakan di Indonesia,terlebih untuk para peternak domba Garut, moment ini menjadi ajang dan ladang semangat untuk lebih menggiatkan usaha peternakan domba Garut yang merupakan spesies domba pilihan yang terkenal sejak lama.
Menurut data,saat ini terdapat kurang lebih 400.000 domba garut yang dibudidayakan di 18 kecamatan di Garut. Selain karena untuk ketangkasan domba garut, juga dibudidayakan untuk industri daging olahan,seperti sate domba garut.
Domba Garut atau nama latinnya Ovies Aries adalah hasil persilangan 3 rumpun domba, Merino-Australia, Kaapstad asal Afrika dan domba Jawa Ekor Gemuk dari Indonesia. Domba Merino dibawa oleh Belanda, domba Kaapstad di bawa oleh para pedagang Arab dan domba Jawa Ekor adalah jenis asli domba Indonesia.
Masyarakat Garut memang sudah sejak lama akrab dengan hewan ternak yang satu ini,karena dari domba inilah industri kuliner, industi kerajinan kulit dan seni budaya adu ketangkasan domba berkembang di Garut.


Geliat Wisata Kabupaten Garut


Garut,kini menjadi destinasi wisata di daerah Priangan Timur yang semakin semarak dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kota yang sering di juluki Swiss van Java, yang pernah disinggahi pesohor dunia Charlie Chaplin pada dekade tahun 1920-an ini memang memiliki destinasi wisata yang cukup lengkap.
Dengan bentangan alam yang dibelah oleh aliran Sungai Cimanuk dan dikeliligi oleh gunung api yang tinggi seperti gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur dan Gunung Talagabodas ,Garut dijuluki sebagai Gurilaps yang berarti Gunung ,Rimba,Laut ,Pantai  Seni dan Budaya.
Geliat wisata Kota Garut yang juga kaya akan potensi wisata kuliner,kerajinan dan industri kulit dan batik khas Garut, semakin menjadi buruan para wisatawan yang datang pada hari-hari libur akhir minggu dan libur panjang seperti baru-baru ini. Pusat destinasi wisata ramai di serbu oleh pengunjung,begitu juga sarana akomodasi seperti hotel,wisma,dan penginapan kecil tak luput dari kunjungan wisatawan terutama obyek destinasi Cipanas yang sejak dulu terkenal dengan sumber air panas alamnya.
Melihat potensi itu maka,kini pemerintah,para stake holder dan praktisi wisata di daerah Garut,mulai berbenah menata segala sistem kepariwisataan di daerah-daerah tujuan wisata dalam rangka memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung yang datang ke daerah tersebut.Penataan sarana dan prasarana penunjang obyek wisata dan yang lebih utama adalah upaya meningkatkan kesadaran wisata bagi setiap warga di daerah wisata. Keluhan-keluhan pengunjung seputar pungutan liar mulai di benahi dan dilakukan penindakan yang tegas.
Namun demikian, secara keseluruhan Garut,yang menyimpan segudang potensi wisata adalah memang menjadi salah satu kota tujuan wisata selain Bandung dan Pangandaran ternyata masih perlu dieksplorasi.Obyek-obyek indah dan terselubung mulai digalakan promosinya.Dalam hal ini,peran beberapa komunitas seperti photography,penikmat kopi,traveller,tour guide sangat menunjang usaha dalam mengangkat obyek wisata lainnya. Destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif seperti kuliner,kerajinan tangan akar wangi,batik Garutan, kerajinan kulit yang menunjang usaha wisata mulai dikemas dengan baik.
Jadi tunggu apa lagi? Hayu Ka Garut  dan nikmati semua potensi wisata yang ada di sini.

Garut Intan Carnival 2016,Hajatan Kabupaten Garut


Perhelatan dalam rangka hari jadi Kabupaten Garut ke 203 masih berlangsung cukup meriah,Berbagai carnival dan stand mulai dari produk industri kreatif seperti kerajinan akar wangi, kerajinan kulit,dan aneka kuliner khas Garut. Khusus stand food festival, PHRI bekerja sama dengan ICA (Indonesia Chef Association) menampilkan aneka kuliner yang di sajikan oleh chef-chef dari berbagai Hotel dan Restoran yang ada di kota Garut.Food festival ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut ulang tahun Kab Garut ke 203.Tujuannya adalah untuk mengangkat nilai jual makanan tradisional ke masyarakat umum terutama kepada para wisatawan yang berkunjung ke Garut. Untuk para wisatawan yang tengah berkunjung ke Garut, ini saat yang tepat untuk dapat mengenal lebih dekat berbagai produk dan kuliner khas Garut. Kegiatan ini diselenggarakan di skitar pendopo dan alun-alun kota Garut.